Logo Header Antaranews Jateng

Menara Air Kota Magelang saksi sejarah perkembangan kota

Selasa, 31 Maret 2026 17:01 WIB
Image Print
Menara air yang dikenal dengan sebutan "Water Toren" di Alun-Alun Kota Magelang. ANTARA/Anis Efizudin

Magelang (ANTARA) - Sebuah bangunan bersejarah di sudut Alun-Alun Kota Magelang masih berdiri kokoh dan berfungsi hingga kini. Bangunan tersebut dikenal dengan sebutan "Water Toren" atau menara air yang berada di sisi barat alun-alun setempat.

Menara air yang menyerupai kompor raksasa berwarna biru itu menjadi salah satu ikon kota. Meski telah berusia lebih dari 100 tahun, struktur bangunan terlihat masih kuat dan terawat.

"Water toren" ini memiliki tinggi sekitar 26,140 meter dengan diameter bak air mencapai 22,46 meter. Daya tampungnya mencapai 1.750 meter kubik air. Struktur penyangga terdiri atas 32 tiang di bagian tengah, sementara di bagian bawah terdapat 16 ruangan.

Warga berjalan berlatar belakang "Water Toren" di Alun-Alun Kota Magelang. ANTARA/Anis Efizudin

Menara air tersebut mulai beroperasi pada 2 Mei 1920 dan hingga kini masih digunakan untuk melayani kebutuhan air warga.

Sumber airnya berasal dari kawasan Kalegen dan Wulung yang berjarak sekitar 7-8 kilometer dari Alun-Alun Kota Magelang, tepatnya di kawasan lereng Gunung Sumbing, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang.

Ketua Komunitas Kota Toea Magelang Bagus Priyana menjelaskan pembangunan menara air ini dilatarbelakangi kebutuhan akan pasokan air bersih yang higienis dan berkelanjutan pada masa itu.

“Pembangunan 'Water Toren' pada 1920 didasari desakan kebutuhan air bersih yang higienis dan kontinyu,” ujarnya.

Hingga saat ini, menara air peninggalan kolonial Belanda tersebut tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur vital, tetapi juga menjadi saksi sejarah perkembangan Kota Magelang.



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026