Logo Header Antaranews Jateng

Polisi selidiki ledakan petasan di Pekalongan

Sabtu, 21 Maret 2026 19:02 WIB
Image Print
Polres Pekalongan sedang melakukan proses olah tempat kejasian perkara atas kasus ledakan petasan di Kota Pekalongan, Sabtu (21/3/2026). ANTARA/HO-Humas Polres Pekalongan Kota

Pekalongan (ANTARA) - Kepolisian Resor Pekalongan Kota, Jawa Tengah, menyelidiki kasus ledakan petasan di Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur, Sabtu, yang mengakibatkan sembilan orang mengalami luka-luka.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Pekalongan Kota Ajun Komisaris Polisi Setiyanto di Pekalongan, Sabtu, mengatakan bahwa ledakan itu terjadi saat sejumlah remaja sedang merakit petasan di dalam rumah dengan menggunakan palu dan obeng.

"Kami telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah," katanya.

Selain itu, polisi juga menyita sejumlah sisa-sisa barang bukti, seperti selongsong petasan yang berisi serbuk maupun yang masih kosong.

Berdasarkan keterangan para saksi, suara ledakan terdengar dari arah rumah kosong yang berjarak sekitar tiga meter dari tempat tinggal korban.

Dampak ledakan petasan itu menyebabkan kaca rumah warga pecah serta bagian atap dan genteng mengalami kerusakan. Selain itu, para korban ledakan mengalami luka bakar dan luka ringan di beberapa bagian tubuh.

Ia yang didampingi Kasi Humas Polres Pekalongan Iptu Purno Utomo mengatakan para korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bendan, Rumah Sakit Siti Khodijah, serta klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti ledakan petasan tersebut.

"Berdasar keterangan saksi, bahan peledak untuk petasan tersebut dibeli secara daring," katanya.

Ia mengimbau masyarakat tidak membuat maupun menyalakan petasan atau bahan peledak lainnya karena hal itu berisiko tinggi terhadap keselamatan.

"Kami mengajak masyarakat tidak membuat dan menyalakan petasan, terlebih dengan daya ledak tinggi. Selain membahayakan diri sendiri dan orang lain, juga dapat menimbulkan kerusakan," katanya.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026