Jepara (ANTARA) - Bupati Jepara Witiarso Utomo menginstruksikan warga Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, untuk rutin melaksanakan kerja bakti membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan dan potensi banjir.
"Kerja bakti membersihkan saluran harus dilakukan secara rutin guna memastikan tidak ada sumbatan ketika intensitas hujan meningkat," ujarnya saat mengikuti kerja bakti bersama warga sekaligus meninjau saluran irigasi dan Sungai Serang Welahan Drainase (SWD) 2 di Desa Mayong Kidul, Kecamatan Mayong, Jepara, Jumat.
Menurut dia kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jepara dalam memastikan kesiapan jaringan irigasi menghadapi musim penghujan sekaligus persiapan masa tanam pertama (MT1).
Ia menegaskan kerja bakti akan dijadwalkan secara berkala setiap akhir pekan.
"Setiap minggu kita agendakan kerja bakti untuk mengajak masyarakat membersihkan lingkungan, terutama menjelang musim penghujan dan mengantisipasi banjir. Kita peduli pada lingkungan, sehingga saluran-saluran air kita normalkan supaya dapat mengalir dengan baik," ujarnya.
Bupati menambahkan normalisasi saluran irigasi juga memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan MT1. Aliran air yang lancar diharapkan dapat memenuhi kebutuhan petani sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.
"Ini juga untuk persiapan masa tanam pertama, agar petani bisa mendapatkan air yang cukup sehingga ketahanan pangan kita tetap terjaga," ujarnya.
Ia juga mengimbau jajaran kecamatan dan pemerintah desa untuk terus mengajak masyarakat menjaga kebersihan saluran yang telah dibersihkan, serta menghindari kebiasaan membuang sampah sembarangan.
"Kami mengimbau kepada camat dan petinggi agar setelah dibersihkan, kondisinya tetap dijaga. Jangan membuang sampah sembarangan. Ini aset kita bersama, supaya sungai tidak tercemar dan tetap berfungsi baik untuk pertanian maupun aktivitas masyarakat lainnya," tegasnya.
Ia berharap kegiatan kerja bakti dapat menjadi budaya rutin masyarakat Jepara, sekaligus mendukung upaya pemerintah meningkatkan kualitas infrastruktur pertanian dan mitigasi bencana di daerah.

