Logo Header Antaranews Jateng

Komisi VII bantu Desa Wisata Kronggen naik kelas lewat promosi digital

Jumat, 28 November 2025 19:33 WIB
Image Print
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty saat menghadiri kegiatan "Sosialisasi Strategi Promosi Event Daerah di Era Digital" yang digelar di objek wisata Sendang Goa Sinawah di Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Jumat (28/11/2025). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.)

Grobogan (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty siap memfasilitasi pengembangan Desa Wisata Kronggen yang memiliki objek wisata Sendang Goa Sinawah di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah agar dapat naik kelas dari status desa wisata perintis menuju desa wisata berkembang.

"Kolaborasi Perhutani dalam pengelolaan lahan telah banyak membantu desa-desa wisata. Salah satunya di Desa Wisata Kronggen, diharapkan kerja samanya dapat diperluas untuk mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata di Grobogan," ujarnya saat menghadiri kegiatan "Sosialisasi Strategi Promosi Event Daerah di Era Digital" yang digelar di objek wisata Sendang Goa Sinawah di Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Grobogan, Jumat.

Hadir dalam acara tersebut, Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Dedi Ahmad Kurnia, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Grobogan Wahono, serta Ketua DPRD Grobogan beserta jajaran, dan Kepala Desa Kronggen Hardijono.

Evita juga menyoroti peran Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Grobogan yang dinilai akan menjadi mitra strategis dalam mendorong peningkatan kualitas dan fasilitas Desa Wisata Kronggen.

Kepala Dinas Pariwisata dinilai punya peran penting dalam memfasilitasi dan mempercepat pengembangan desa wisata.

Ia menilai ada empat kategori dalam pengembangan desa wisata, yakni perintis, berkembang, maju, dan mandiri. Sedangkan Desa Kronggen harus bergerak naik kelas sehingga ke depan mampu mendatangkan wisatawan lintas daerah bahkan mancanegara, serta memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Salah satu hal yang disoroti Evita, yakni pentingnya detail estetika dan fasilitas pendukung desa wisata, termasuk ketersediaan plakat nama objek wisata.

Sedangkan tulisan nama objek wisata sudah tidak terbaca, sehingga perlu segera diperbaiki karena menjadi bagian penting dari identitas dan media promosi visual.

Pada kesempatan itu, Evita menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk mempromosikan potensi desa. Jika dulu promosi membutuhkan biaya besar untuk mencetak dan menyebarkan brosur, kini cukup dengan satu konten digital foto, video, atau poster informasi dapat menyebar luas hingga tingkat nasional bahkan global melalui berbagai media sosial.

"Saya juga akan membantu melalui akun media sosial pribadi, agar semakin dikenal. Apalagi, Desa Kronggen memiliki ajang tahunan berupa kirab budaya, yang menurutnya harus dikemas lebih menarik agar dapat menarik kunjungan dari desa-desa lain," ujarnya.

Evita berharap kegiatan sosialisasi ini dapat menambah wawasan masyarakat serta memperkuat langkah bersama dalam memajukan desa wisata, sehingga bisa memajukan UMKM pula.

"Dengan kerja sama antara pemerintah desa, DPRD, dinas pariwisata, dan kami di DPR RI, Insya Allah Desa Kronggen bisa terus naik kelas," ujarnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Dedi Ahmad Kurnia menilai Desa Kronggen memiliki potensi wisata yang sangat baik dan berpeluang berkembang lebih besar jika diperkuat dengan strategi promosi yang tepat.

Menurut dia, Desa Kronggen tidak hanya memiliki kekayaan budaya, tetapi juga telah rutin menggelar berbagai kegiatan menarik seperti Kirab Budaya serta Pasar Jaten, yang selalu mampu menarik perhatian masyarakat.

Meskipun memiliki potensi yang baik, kata dia tidak akan berdampak maksimal apabila tidak dikenal masyarakat luas. Karena itu, promosi menjadi pekerjaan rumah berikutnya agar event-event yang ada dapat menjangkau lebih banyak wisatawan.

"Punya potensi baik, tapi kalau tidak diketahui orang lain tentu akan sulit berkembang. Maka kami hadir untuk memberikan sosialisasi strategi pemasaran melalui event yang dimiliki desa," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa event merupakan daya tarik wisata yang sangat efektif dalam membangun citra destinasi dan meningkatkan kunjungan. Dengan pengemasan dan promosi yang lebih kuat, Desa Kronggen diyakini mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026