Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menyebutkan nilai realisasi investasi pada triwulan III 2025 mencapai Rp4,66 triliun atau melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang ditetapkan sebesar Rp3,5 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Batang Margo Santosa di Batang, Sabtu, mengatakan bahwa pencapaian realisasi sebesar Rp4,66 triliun itu menempatkan posisi daerah peringkat tiga teratas di Jawa Tengah.
"Kami optimistis pencapaian nilai realisasi investasi hingga akhir Desember 2025 diproyeksi akan terus bertambah," katanya.
Menurut dia, lima sektor industri dari beberapa industri sebagai penyumbang utama realisasi investasi pada triwulan III 2025 seperti industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp501,92 miliar. Sedangkan untuk industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, hingga peralatan listrik mencapai Rp288,58 miliar.
Selanjutnya, perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp262,38 miliar, industri barang dari kulit dan alas kaki Rp242,79 miliar, serta industri tekstil Rp180,19 miliar.
"Adapun realisasi investasi didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA) yang menyumbang Rp1,63 triliun disusul Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp347,7 miliar," katanya.
Margo yang didampingi Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sri Cahyaningrum mengatakan geliat investasi itu memberikan dampak signifikan bagi penyerapan tenaga kerja lokal.
Hingga triwulan III, kata dia, tercipta 11.973 lapangan kerja baru dari total realisasi investasi kumulatif.
"Pencapaian ini juga tidak lepas dari stabilitas wilayah yang terjaga dan pelayanan perizinan yang prima sehingga menciptakan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di daerah," katanya.
Baca juga: Kemenkum Jateng gelar exit meeting Audit Kepatuhan Notaris di Pekalongan - Batang

