Purwokerto (ANTARA) - Siswa SMP-SMA Sekolah 3 Bahasa Putera Harapan Banyumas menggelar Puhua Fest 2025 Twilight Sparks Set Dreams Alight yang menghadirkan perpaduan kreativitas, inovasi ramah lingkungan, serta eksplorasi budaya melalui beragam karya seni berbahan daur ulang.
“Pentas seni seperti Puhua Fest adalah laboratorium nyata agar generasi muda membangun daya saing, pengalaman organisasi, komunikasi, keterampilan teknis, dan rasa bangga berkontribusi untuk masyarakat serta dunia,” kata Kepala SMP-SMA Sekolah 3 Bahasa Putera Harapan Banyumas Arinta Dewi di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat.
Dia mengatakan acara tahunan tersebut menempatkan isu keberlanjutan sebagai inti proses berkarya, mulai dari pengumpulan limbah sebagai bahan baku hingga perancangan kostum dan instalasi seni.
Menurut dia, salah satu sorotan utama ialah peragaan busana antarkelas dimana seluruh siswa kelas 7-12 bertindak sebagai desainer sekaligus model untuk busana berbahan limbah domestik seperti plastik, kertas, botol bekas, dan VCD.
“Lebih dari 20 karya gaun, mahkota, topi, hingga aksesori bernuansa budaya Tionghoa-Banyumas ditampilkan oleh siswa di atas panggung,” katanya.
Menurut dia, hal itu menegaskan bahwa barang bekas dapat memiliki nilai estetika tinggi berkat sentuhan kreativitas dan kolaborasi.
Selain parade busana, kata dia, Puhua Fest 2025 juga menghadirkan pameran seni, instalasi daur ulang, serta workshop emboss metal ramah anak menggunakan pelat aluminium tipis.
Ia mengatakan teknik sederhana tersebut memungkinkan siswa mengekspresikan ide kreatif melalui ukiran bermotif batik dan simbol budaya, mulai dari teratai, anggrek, kawung, hingga mega mendung.
“Ratusan karya emboss tersebut dipamerkan di Galeri Puhua Fest pada 14 November 2025 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan yang bertujuan menumbuhkan karakter kolaboratif, keberanian bereksperimen, dan kepedulian lingkungan,” katanya.
Arinta mengatakan melalui ajang tersebut, Puhua menegaskan komitmennya mempersiapkan generasi muda tidak hanya unggul dalam akademik, juga kreatif, solutif, dan berwawasan ekologis, sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih memahami pentingnya pendidikan berbasis karakter dan keberlanjutan.
Baca juga: INDACO aktif ajak seniman tuangkan kreativitas berkarya

