Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan atas prestasinya sebagai provinsi dengan capaian intervensi spesifik stunting terbaik kategori regional I.
Penghargaan itu diserahkan Menteri Kesehatan Budi Guna Sadikin kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 di Jakarta, Rabu.
Pada 2024, prevalensi stunting Jateng berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia berada di angka 17,1 persen, di bawah angka nasional yang sebesar 19,8 persen.
Sumarno menyampaikan apresiasi yang tinggi atas penghargaan yang tidak lepas dari kolaborasi semua pihak dalam upaya percepatan penurunan stunting, salah satunya diwujudkan melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling).
Penghargaan yang diperoleh, kata dia, diharapkan menjadi penyemangat bagi semua pihak yang sudah bersinergi, untuk lebih giat menurunkan angka stunting.
"Terima kasih kami ucapkan kepada semua stakeholder yang sudah bekerja sama dan berkolaborasi dalam upaya percepatan penurunan stunting. Kepada bupati, wali kota, camat, lurah dan yang terutama kader posyandu," katanya.
Upaya yang dilakukan oleh Pemprov Jateng dalam menurunkan stunting, antara lain skrining anemia pada remaja putri, konsumsi tablet tambah darah (TTD) untuk remaja putri dan ibu hamil.
Kemudian, pemeriksaan kehamilan (ANC), pemberian tambahan makanan untuk ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK), dan pemantauan pertumbuhan balita.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Guna Sadikin mengatakan bahwa prevalensi stunting nasional telah berada pada 19,8 persen di tahun 2024, dan berkomitmen menurunkan prevalensi stunting menjadi 14,2 persen pada 2029 dan mencapai 5 persen pada 2045.
"Rakornas menjadi ajang strategis untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan mulai pemerintah pusat, daerah, dari provinsi sampai desa dalam pencegahan dan penurunan stunting," katanya.
Dua penghargaan lain juga diberikan kepada Jateng, yaitu Kabupaten Banyumas dengan kategori terbaik Regional 1 untuk Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).
Serta, kader Posyandu Mawar 3 Desa Bekutuk, Kabupaten Blora, Sofia Turrifqi sebagai kader Bidang Kesehatan Berprestasi Terbaik Regional 1.

