Solo (ANTARA) - ISI Surakarta membahas rencana kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk mengembangkan budaya.
Penjajakan kerja sama tersebut dibahas kedua pihak pada kunjungan perwakilan Pemprov Maluku Utara ke Kampus ISI Surakarta di Solo, Jawa Tengah, Senin petang.
Rektor ISI Surakarta Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn., menyambut baik inisiatif kerja sama ini. Ia mengatakan ada beberapa poin penting yang disepakati dalam pembahasan tersebut, salah satunya pengembangan kurikulum seni budaya.
Ia mengatakan ISI Surakarta akan melakukan pendampingan untuk integrasi kurikulum seni budaya di jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA, hingga SMK di Maluku Utara.
Selain itu juga soal digital heritage dan riset. Ia mengatakan ada rencana pembuatan digital heritage terkait potensi di Maluku Utara, diikuti pengiriman peneliti (mahasiswa S1, S2, S3, dan dosen) untuk riset dan pengabdian masyarakat.
Dari sisi program beasiswa, pihaknya juga akan menerima mahasiswa S1, S2, maupun S3 dari Maluku Utara melalui program beasiswa yang akan diluncurkan oleh Pemprov Maluku Utara.
Rencana kerja sama lain adalah pengembangan literasi seni budaya di Maluku Utara akan diujungtombaki untuk mendukung festival-festival seni, khususnya yang melibatkan empat kesultanan besar di wilayah tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Maluku Utara Abubakar Abdullah mengatakan potensi budaya di wilayahnya sangat besar.
“Secara kami punya potensi empat kesultanan besar, daerah kepulauan memiliki budaya seni bisa menjadi modal untuk percepatan pariwisata di Maluku Utara. Kerja sama ini diharap bisa membantu percepatan pembangunan di daerah Maluku Utara,” ujar Abubakar.
Ia juga menyatakan kesiapan untuk mengembangkan Sekolah Kejuruan (SMK) di bidang seni budaya agar lebih maksimal melalui kerja sama dengan ISI Surakarta.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Monica Leni menyebutkan kerja sama ini sejalan dengan visi misi Gubernur Maluku Utara dalam memajukan kebudayaan untuk mengembangkan seni budaya, pariwisata, dan perekonomian Maluku Utara.
Direktur Program Pascasarjana ISI Surakarta Eko Supriyanto mengatakan wilayah tersebut memiliki potensi seni budaya yang luar biasa, termasuk empat kerajaan yang ada.
“Harapannya dengan kerja sama ini akan makin dibuka dengan lebih erat dan lebih dalam betapa potensi itu harus kita kuatkan. Kami empowering lagi sehingga ISI akan menjadi tulang punggung untuk mendampingi teman-teman yang ada di Maluku Utara dari sisi pendidikan dari S1, S2, S3 maupun dari riset penelitian dan juga pengabdian pada masyarakat,” katanya.
Terkait hal itu, kedua pihak berencana
segera menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) tahun ini dan akan mengimplementasikan secara bertahap mulai tahun 2026.

