Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menyebutkan sekitar 6.500 tenaga kerja lokal dari 28 ribu orang, sudah terserap bekerja di sejumlah sektor industri Kawasan Industri Terpadu Batang maupun Batang Industrial Park.
Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Selasa, mengatakan bahwa pemerintah daerah optimistis situasi itu akan berubah dalam beberapa tahun ke depan.
"Saat ini sudah lebih dari 6.500 warga lokal terserap di industri. Kami memprediksi masa emas rekrutmen ini akan terjadi pada akhir 2027 ketika sekitar 40 pabrik beroperasi dan akan menyerap 70 ribu hingga 100.000 tenaga kerja," katanya.
Ia mengatakan untuk mendukung hal tersebut, pihaknya meluncurkan Program Daker (Dapat Kerja) yang dirancang untuk mempersiapkan generasi muda agar siap bekerja di sektor formal.
Masyarakat dapat mendaftar program ini melalui stan Program Dapat Kerja di lokasi acara, kepala desa, camat, atau langsung ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).
"Tujuannya jelas, program ini agar tidak ada lagi pengangguran di daerah. Anak muda harus punya pekerjaan yang layak dan bergaji pasti," katanya pada acara Sambang Desa di Desa Candi, Kecamatan Bandar.
Menanggapi keluhan masyarakat mengenai perekrutan tenaga kerja di kawasan industri yang dinilai lebih memprioritaskan perempuan, Faiz Kurniawan mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan untuk memberi peluang yang sama bagi laki-laki.
Pemkab, kata dia, memiliki peraturan daerah tentang investasi yang memberikan insentif pajak tanah hingga 50 persen bagi pabrik yang mempekerjakan minimal 70 persen tenaga kerja lokal.
"Kami sedang negosiasi dengan industri agar kesempatan kerja tidak berat sebelah. Ini perlu waktu tetapi pemerintah hadir untuk memastikan keadilan," katanya.
Baca juga: Pemkot Pekalongan percepat pelatihan listrik industri untuk permintaan KITB

