Batang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang, Jawa Tengah, bekerja sama dengan pengelola objek wisata memperkuat kesiapsiagaan mitigasi bencana seiring dengan memasuknya musim hujan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang Wawan Nurdiansyah di Batang, Jumat, mengatakan pihaknya telah memberikan pelatihan cara penanganan bencana dan edukasi pada pengelola objek wisata karena mereka berinteraksi dengan pengunjung.
"Hal ini menjadi langkah strategis. Kami fokus mengundang para pengelola wisata karena mereka berada di garis depan pelayanan publik. Harapannya, mereka tidak hanya memajukan wisata, tetapi juga sadar akan pentingnya mitigasi bencana," katanya.
Menurut dia, pada kegiatan pelatihan tersebut mencakup materi teori dan praktik penanganan darurat, termasuk bantuan hidup dasar yang melibatkan tenaga medis serta Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD.
Pada kegiatan simulasi, kata dia, para peserta juga diajarkan prosedur penanganan korban secara aman agar tidak memperparah kondisi saat terjadi insiden di lokasi wisata.
"Jangan sampai niat menolong justru memperburuk keadaan, karena tidak tahu standar operasional prosedur. Itu yang kami tekankan kepada para peserta," katanya.
Ia mengatakan potensi bencana di daerah ini cukup beragam, yaitu untuk bagian wilayah selatan pada ancaman tanah longsor dan pohon tumbang. Sedangkan di wilayah utara khususnya destinasi wisata air seperti tubing dan river adventure berisiko terhadap banjir dan arus deras.
"Oleh karena itu keselamatan pengunjung harus jadi prioritas. Pengelola harus tahu cara mengelola risiko bukan hanya menawarkan keindahan alam saja serta memberikan rasa aman bagi pengunjung," katanya.
Baca juga: Polres Batang bersama BPBD gelar kesiapsiagaan tanggap bencana

