Solo (ANTARA) - Produsen mobil Daihatsu berharap rencana penurunan pajak pertambahan nilai (PPN) oleh pemerintah dapat mendongkrak penjualan kendaraan di akhir tahun.
Kepala Cabang Daihatsu Solo Baru Huring Saji Mintoro di Solo, Jawa Tengah, Rabu mengatakan dalam beberapa waktu terakhir terjadi penurunan penjualan kendaraan, termasuk juga Daihatsu.
Ia mengatakan untuk di wilayah Solo Raya, penjualan turun sebesar 34 persen dan market share mengalami penurunan 41 persen. Meski demikian, secara pangsa pasar, kendaraan tersebut masih menempati di posisi ke-2.
“Harapannya dengan adanya stimulus PPN, selain itu dana pemerintah disalurkan ke Himbara, harapannya ini dapat berpengaruh pada kami, termasuk pada kenaikan pasar otomotif,” katanya.
Menyikapi rencana tersebut, pihaknya juga sudah menyiapkan program khusus bagi masyarakat untuk mendongkrak penjualan.
Sebagaimana yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, Daihatsu kembali menghadirkan program spesial bertajuk Daihatsu End Year Festival (DAIFEST) 2025 yang berlangsung mulai 1 Oktober-31 Desember.
“Kita mau agresif di market, dengan cara Daifest 2025. Dalam hal ini kami konsisten memberikan stimulus,” katanya.
Terkait program tersebut, Kepala Cabang Astra Daihatsu Solo Adisucipto dan Klaten Hengki Guntur Parulian mengatakan DAIFEST sudah terselenggara sejak tahun 2022
Ia mengatakan tahun ini jumlah hadiah jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yakni grand prize sembilang unit mobil Daihatsu, yang terdiri dari lima unit All New Xenia, satu unit Rocky, dua unit Sigra, dan satu unit Ayla.
Selain itu, juga ada hadiah lain di antaranya logam mulia dan voucher belanja.
“DAIFEST tahun ini, dari pengalaman saya selama sebelas tahun di Daihatsu ini hadiah yang terbesar. Tahun lalu hanya satu unit. Tahun ini ada sembilan unit mobil Daihatsu. Ini hadiah program kami dengan hadiah menggelegar. Ada juga emas, voucher belanja,” katanya.

