Semarang (ANTARA) - Para pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada berbagai bagian di institusi tersebut diharapkan menjadi agen untuk mengenalkan surat berharga negara (SBN) sebagai instrumen pendukung kinerja APBN.
"Pegawai Kemenkeu harus menjadi agen untuk menyampaikan ke masyarakat tentang SBN," kata Kepala Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah I Nurbaeti Munawaroh saat sosialisasi Literasi Keuangan dan Obligasi Negara Ritel (ORI 028) di Semarang, Selasa.
Menurut dia, harus semakin banyak masyarakat yang tahu tentang manfaat SBN, baik untuk institusi maupun secara pribadi.
"Kepemilikan SBN merupakan bentuk gotong royong seluruh warga negara," tambahnya.
Selain itu, ia juga mendorong pegawai Kemenkeu untuk juga membeli SBN sebagai salah satu bentuk investasi di masa yang akan datang
Sementara Analis Keuangan Negara Ahli Madya Direktorat Surat Utang Negara Kementerian Keuangan Chandra A.S. Wibowo menambahkan ORI028 mulai tawarkan 29 September hingga 23 Oktober 2025.
Kepemilikan SBN, lanjut dia, merupakan salah saru bentuk dukungan kepada pemerintah dalam upaya menutup defisit APBN.
Ia menjelaskan total utang Indonesia saat ini tercatat mencapai Rp9.000 triliun.
"Dari jumlah tersebut, 91 persen di antaranya berupa SBN, seperti obligasi dan sukuk," katanya
Dari komposisi tersebut, lanjut dia, terlihat independensi pemerintah masih cukup kuat dalam upaya menutup defisit APBN.
"Negara sudah memiliki kemandirian dalam memenuhi sumber pembiayaan, yakni mengandalkan sumber domestik," tambahnya.
Oleh karena itu, menurut dia, dengan berinvestasi pada ORI028 sama dengan sudah berkontribusi dalam pembiayaan APBN.
Baca juga: Pemprov Jateng surati Kemenkeu soal moratorium tarif cukai rokok

Pegawai Kemenkeu harus jadi agen penguat literasi peran penting SBN

Sosialisasi dan edukasi literasi keuangan dan ORI yang diikuti para pegawai Kementerian Keuangan di wilayah Jateng di Semarang, Selasa (21/10/2025). (ANTARA/I.C. Senjaya)
