Logo Header Antaranews Jateng

Makanan siap saji ala Timur Tengah ramaikan wisata kuliner di Solo

Senin, 8 September 2025 19:52 WIB
Image Print
Gerai Almaz Fried Chicken di Jalan Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah, Senin (8/9/2025). ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Makanan siap saji ala Timur Tengah Almaz Fried Chicken meramaikan wisata kuliner di Solo, Jawa Tengah seiring dengan pembukaan gerai di Jalan Slamet Riyadi.

Founder URS Management Ustad Rendy Saputra selaku agregator Almaz Fried Chicken, Senin mengatakan produk makanan berbahan baku ayam tersebut memposisikan diri sebagai quick service restaurant (QSR) yang membidik segmen pasar di bawah KFC dan McDonald's.

“Target dan pasar kami itu KFC. Jadi selama dia ada KFC di-approve ada market di situ, makanya kami buka Solo Baru, Solo Baru kan ada KFC, Solo Baru ada Burger King,” katanya.

Begitu juga dengan pemilihan lokasi di Jalan Slamet Riyadi Solo, dikatakannya, sengaja dipilih karena posisinya yang berdekatan dengan KFC dan McDonald's.

Dari sisi produk, dikatakannya, Almaz menyajikan makanan dengan bumbu oranye ala Timur Tengah yang meresap sampai ke dalam daging dengan teknik suntik marinasi.

Ia mengklaim dengan begitu rasanya lebih meresap dibandingkan dengan kompetitor yang bumbunya hanya kuat di sisi luar daging.

Ia mengatakan gerai Solo merupakan yang terbaru yang dibuka di wilayah Solo Raya setelah sebelumnya gerai serupa ada di Boyolali, Klaten, Kartasura, dan Solo Baru.

“Alhamdulillah pertumbuhannya cukup baik ya, kami berterima kasih sama market di Solo juga. Solo Baru kami dari segi sales bagus. Mudah-mudahan di Slamet Riyadi juga lumayan cukup padat,” katanya.

Sementara itu, pada kesempatan tersebut ia juga menyampaikan model bisnis unik yang mereka terapkan. Ia mengatakan URS Management sebagai agregator tidak hanya menjual kemitraan tetapi juga mengelola operasional dan profit sharing dengan para mitra.

“Setelah berjalan kami tetap menemani operasionalnya selama lima tahun, menghindari janji berlebihan dan memastikan keberlanjutan bisnis,” katanya.



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026