
PWI Jateng gandeng FH Unissula gelar Sekolah Jurnalistik XXIV

Semarang (ANTARA) - PWI Jawa Tengah bersama Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menggelar sekolah jurnalistik yang diikuti oleh 102 mahasiswa perguruan tinggi tersebut.
Ketua PWI Jawa Tengah Amir Machmud saat Sekolah Jurnalistik Angkatan XXIV yang digelar secara daring di Semarang, Sabtu, mengatakan, kegiatan ini merupakan komitmen bersama PWI dan FH Unissula membekali mahasiswa untuk menguasai seni menulis dengan pancaran energi positif yang bisa dipertanggungjawabkan.
Sekolah Jurnalistik, lanjut dia, selalu relevan di tengah dinamika dunia pers saat ini.
"Era kecerdasan buatan telah tanpa sadar turut menggerus seni menulis dan berjurnalistik," tambahnya.
Ia menjelaskan menulis di media digital dan media massa tidak hanya membutuhkan kompetensi, namun juga membutuhkan seni yang dilandasi pancaran energi tanggung jawab.
"Ada nurani yang berbicara akurasi, verifikasi, dan keseimbangan informasi. PWI sangat menyeriusi sekolah ini sebagai ikhtiar membentuk penulis yang bertanggung jawab,'" katanya.
Menurut dia, teknologi informasi tidak pernah berhenti bergerak sehingga siapa pun yang tergerak untuk menulis, bukan hanya kalangan wartawan, tuntutan akan seni dan pemahaman etika berjurnalistik harus dimiliki oleh mahasiswa, dosen, maupun akademisi.
Sementara Dekan FH Unissula Jawade Hafidz mengatakan kerja sama FH Unissula bersama PWI Jateng lewat Sekolah Jurnalistik bisa bertahan hingga angkatan ke-24 merupakan bukti kegiatan ini memberikan dampak positif yang luar biasa bagi mahasiswa.
Kegiatan ini, kata dia, memiliki dua tujuan besar, yakni memberi kesempatan mahasiswa mampu menyerap ilmu dan informasi soal dinamika dunia jurnalistik terkini dari pengajar yang mayoritas wartawan senior serta sebagai keselarasan dengan UU Pendidikan Tinggi terkait Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia guna membentuk SDM unggul.
Ia menambahkan dalam menghadapi teknologi informasi terutama kecerdasan buatan, mahasiswa diharapkan mampu berpikir kritis, bijaksana dan punya daya filter tinggi menghadapi banjir informasi, melalui sekolah jurnalistik ini.
"Lewat sekolah ini, mahasiswa diharapkan punya kemampuan teknik menulis, namun juga bijak menghadapi setiap sumber informasi," kata Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Administrasi Negara Unissula itu.
Sekolah Jurnalistik XXIV diisi materi antara lain oleh Sekretaris PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana yang menyampaikan materi UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Ketua Badan UKW PWI Widiyartono Radyan mengupas secara detail materi Penulisan Artikel yang bercirikan ditulis dengan nama, topik yang diangkat menyangkut kepentingan orang banyak, diperkuat referensi, serta disajikan dengan bahasa sederhana dan komunikatif.
Pada materi Konvergensi Media, Bendahara PWI Jawa Tengah Achmad Zaenal Muttaqin menguliti tentang transformasi dengan menyitir apa yang disampaikan Bill Kovac, tantangan jurnalisme adalah mempertahankan relevansi di tengah banjir informasi.
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
