Pekalongan (ANTARA) - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan, Jawa Tengah, berupaya mewujudkan hunian sehat di tempat itu dengan membagikan peralatan mandi kepada seluruh tahanan dan narapidana.
Kepala Rumah Tahanan Kelas II A Nanang Adi Susanto di Pekalongan, Jumat, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga binaan pemasyarakatan agar mereka tetap terjaga kondisi kesehatannya.
"Pembagian peralatan mandi ini menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga binaan pemasyarakatan khususnya dalam hal menjaga kebersihan diri dan kesehatan tubuh selama menjalani masa tahanan maupun pidana," katanya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari pelayanan kemanusiaan kepada warga binaan kemasyarakatan.
Rumah tahanan, kata dia, bukan hanya tempat menjalani masa pidana tetapi juga tempat pembinaan sehingga mereka harus diperlakukan manusiawi.
"Pemenuhan kebutuhan dasar seperti kesehatan, kebersihan, dan kenyamanan hidup akan terus kami upayakan untuk kebaikan bersama," katanya.
Ia didampingi Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Anang Saefulloh mengatakan pemenuhan kebutuhan dasar ini merupakan bentuk perhatian rumah tahanan kepada seluruh warga binaan pemasyarakatan agar mereka dapat tetap hidup sehat dan nyaman.
"Menjaga kebersihan diri menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan warga binaan pemasyarakatan. Kami ingin memastikan kebutuhan dasar warga binaan termasuk peralatan mandi agar selalu terpenuhi" katanya.
Ia berharap pembagian peralatan mandi ini dapat menumbuhkan kesadaran seluruh WBP untuk menjaga kebersihan diri secara konsisten sekaligus sebagai upaya mendukung terciptanya lingkungan hunian yang sehat, aman, dan kondusif di dalam rumah tahanan.
"Dengan adanya perhatian berkelanjutan dari pihak rutan, kami berharap warga binaan pemasyarakatan tidak hanya terbantu dalam menjaga kesehatan tetapi juga termotivasi untuk terus berperilaku hidup bersih dan sehat," katanya.
Baca juga: Polres Pekalongan bongkar sindikat kasus perdagangan orang

