Pati (ANTARA) - Sebanyak 1.245 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi penyampaian aspirasi masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu.
Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi di Pati, Senin, mengungkapkan pengerahan 1.245 personel ini bertujuan untuk menjaga situasi tetap aman dan tertib.
"Kami memastikan pengamanan dilakukan secara maksimal agar kegiatan penyampaian aspirasi, khususnya pengiriman surat ke KPK hari ini, berjalan damai tanpa gangguan,” ujarnya.
Ia menegaskan Polri berkomitmen mengawal jalannya demokrasi dengan pendekatan persuasif.
"Kami hadir untuk menjaga situasi kondusif. Pengiriman surat ke KPK adalah bentuk penyampaian aspirasi yang sah. Oleh karena itu, kami mengimbau semua pihak agar tetap menghormati aturan dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kericuhan," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi antara aparat keamanan dan koordinator aksi.
"Kami sudah menyiapkan personel negosiator yang akan berdialog jika ada dinamika di lapangan. Dengan cara itu, aspirasi melalui surat ke KPK tetap tersampaikan dengan baik tanpa perlu ada gesekan,” ujarnya.
Ia mengingatkan seluruh personel agar mengedepankan pelayanan.
"Anggota jangan terpancing provokasi. Tugas kami memastikan pengamanan berjalan profesional, humanis, dan tetap menjaga nama baik Polri di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan kehadiran aparat bukan hanya untuk pengamanan, namun juga untuk memberi rasa tenang kepada masyarakat.
"Kami ingin memastikan masyarakat yakin bahwa penyampaian aspirasi melalui pengiriman surat ke KPK merupakan hak yang dijamin Undang-undang, asalkan dilakukan tertib dan tidak anarkis," ujarnya.
Ia mengimbau seluruh peserta aksi agar tetap menjaga ketertiban, menghormati hak pengguna jalan lain, dan tidak mudah terprovokasi.
Baca juga: Warga Pati gelar aksi galang surat desak KPK tetapkan Sudewo tersangka

