
Pemkab Kudus perkuat antisipasi bencana lewat kolaborasi lintas sektor

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus memperkuat upaya mitigasi bencana dengan mengedepankan koordinasi lintas sektor dengan melibatkan banyak pihak guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, khususnya banjir.
"Kita berkolaborasi semua pihak, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, desa, hingga organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memberikan edukasi kepada masyarakat," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris ditemui di sela-sela mengunjungi korban terdampak bencana angin kencang di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Rabu.
BPBD, kata dia, juga sudah melakukan sosialisasi termasuk pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di desa-desa sebagai antisipasi dini.
Selain edukasi, imbuh dia, normalisasi sejumlah aliran sungai juga menjadi prioritas.
Upaya ini dilakukan melalui koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar potensi banjir bisa ditekan.
"Kami harapkan masyarakat juga harus ikut menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan berpartisipasi aktif dalam pencegahan bencana. Jangan semua dibebankan ke pemerintah," ujarnya.
Daerah di Kabupaten Kudus yang memiliki kerawanan bencana banjir, antara lain Kecamatan Jati, Mejobo, Kaliwungu, hingga Undaan. Meski saat ini potensi genangan dapat direduksi sekitar 40 persen karena sudah ada normalisasi aliran sungai, kewaspadaan tetap diperlukan.
"Kalau debit air dari Bendung Wilalung lebih dari 900 meter kubik per detik, kita harus waspada dan siaga," ujarnya.
Selain itu, imbuh dia, Pemkab Kudus juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam mengelola sampah rumah tangga agar tidak dibuang sembarangan, termasuk membuang sampah ke aliran sungai. Karena sampah merupakan permasalahan bersama, sehingga harus diselesaikan bersama-sama mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa, RT, hingga rumah tangga.
Baca juga: RSUD Kudus terjunkan dokter spesialis di program Speling
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
