
Wali kota sebut pidato kenegaraan pengingat pentingnya jaga persatuan

Magelang (ANTARA) - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan acara Pidato Kenegaraan Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2025 menjadi pengingat tentang pentingnya semua komponen bangsa menjaga persatuan.
"Pidato kenegaraan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga semangat persatuan dan berkontribusi aktif dalam pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah," ujarnya dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang di Magelang, Jumat.
Wali Kota Damar Prasetyono menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Magelang dalam rangka mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2025.
Kegiatan secara daring itu dilaksanakan di Gedung Wanita Kota Magelang. Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kota Magelang Evin Septa Haryanto Kamil diikuti para anggota dewan, jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), pengurus partai politik, serta tokoh masyarakat.
Hadir pula Wakil Wali Kota Magelang Sri Harso, Sekretaris Daerah Kota Magelang Hamzah Kholifi serta para kepala organisasi perangkat daerah, camat, dan lurah.
Suasana rapat berlangsung dengan khidmat dan penuh penghormatan. Para peserta tampak menyimak dengan saksama mulai dari Pidato Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Presiden RI Prabowo Subianto, yang disiarkan secara langsung dari Gedung MPR/DPR RI di Jakarta.
Secara umum, pidato tersebut menyoroti berbagai capaian pembangunan nasional, tantangan global yang tengah dihadapi, serta arah kebijakan strategis pemerintah.
Damar menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan ini, yang dinilainya sebagai bagian penting dari kehidupan demokrasi dan konstitusional di Indonesia.
Rangkaian kegiatan mendengarkan pidato kenegaraan berjalan lancar dan tertib sejak awal hingga akhir acara.
Pewarta: M. Hari Atmoko
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
