
Kilang Pertamina Cilacap kembali raih penghargaan Platinum di ajang ISRA 2025

Melalui kesadaran dan sinergi semua pihak, masa depan yang bersih dan berkelanjutan bukanlah hal yang mustahil
Cilacap (ANTARA) - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Platinum untuk kategori Economic Empowerment dalam ajang Indonesia Social Responsibility Awards (ISRA) 2025.
Penghargaan diserahkan secara simbolis kepada Lifania Riski Nugrahani selaku Jr Officer II CSR and SMEPP Kilang Cilacap, dalam seremoni puncak acara ISRA 2025 yang digelar di Hotel Alana, Yogyakarta, Kamis (8/7) malam, dan diikuti oleh 51 perusahaan dari berbagai sektor.
"Kontribusi para pelaku bisnis ini menjadi bukti komitmen nyata perusahaan, yang tidak hanya fokus pada aspek bisnis dan operasional, juga pada keberlanjutan lingkungan," kata Vice Chairperson of ISRA Karinandini Zahra Ineza
ISRA 2025 yang mengusung tema Driving Impact, Building A Sustainable Future menjadi ajang apresiasi sekaligus ruang berbagi praktik baik dalam tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Tokoh pengendali lingkungan, MR Karliansyah menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan kerusakan lingkungan.
“Melalui kesadaran dan sinergi semua pihak, masa depan yang bersih dan berkelanjutan bukanlah hal yang mustahil,” katanya.
Dalam kesempatan terpisah, Area Manager Communication, Relations, and CSR Kilang Cilacap Cecep Supriyatna mengatakan bahwa penghargaan Platinum tersebut diraih berkat program unggulan Masyarakat Mandiri Kutawaru Berdaulat di Kampung Sendiri (Mamaku Berdikari) yang dilaksanakan di Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, yang merupakan wilayah terdekat dari operasional kilang.
Baca juga: Bank Sampah Abhipraya Cilacap sulap daun nipah jadi besek-polybag ramah lingkungan
Program tersebut dirancang sebagai solusi atas tingginya jumlah mantan Anak Buah Kapal (ABK), eks pekerja migran, serta tantangan lingkungan seperti banjir rob dan kerusakan lahan eks tambak.
"Mamaku Berdikari menggabungkan pendekatan lingkungan dan ekonomi berkelanjutan melalui reforestasi, pemanfaatan energi terbarukan, serta peningkatan kapasitas masyarakat," katanya.
Menurut dia, rangkaian inovasi dalam program tersebut mencakup penanaman 25.000 bibit mangrove di lahan 2,5 hektare, pengembangan tambak silvofishery, pembangunan PLTS berkapasitas 6.400 WP, instalasi aerator biofilter, dan pembangunan Rumah Susun Kepiting Berbasis Energi.
Tak hanya itu, aspek pemberdayaan SDM juga diperkuat lewat pelatihan pengolahan hasil tambak dan pendirian Learning Center sebagai pusat edukasi dan kolaborasi.
Program itu terbukti memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan. "Omzet budidaya ikan dan kepiting meningkat, muatan lokal dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah, serta hadirnya Pasar Amarta yang mempermudah akses logistik warga," katanya.
Cecep mengatakan kontribusi KPI RU IV Cilacap melalui Mamaku Berdikari selaras dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), di antaranya tujuan pertama berupa tanpa kemiskinan, kelima berupa kesetaraan gender, keenam berupa infrastruktur dan sanitasi, ketujuh berupa energi bersih dan terjangkau, serta ke-17 berupa pembangunan berkelanjutan.
Baca juga: Kilang Cilacap raih penghargaan BNN RI atas komitmen dukung program P4GN
Baca juga: Kilang Cilacap raih Gold TJSL-CSR Awards 2025 berkat inovasi bank Sampah
Pewarta: KSM
Editor:
Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
