Logo Header Antaranews Jateng

UMKM Temanggung tingkatkan kapasitas pelatihan digitalisasi

Kamis, 10 Juli 2025 22:05 WIB
Image Print
Pengunjung mengamati produk kerajinan UMKM yang dipamerkan pada Pameran Dekranas 2025 di BSCC Dome, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (10/7/2025). Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) mencatat bahwa saat ini terdapat sekitar 60 juta UMKM di Indonesia dan sebanyak 18 juta di antaranya bergerak di bidang fesyen dan kerajinan yang menjadi binaan Dekranas. ANTARA FOTO/Aditya Nugroho/YU *** Local Caption *** (ANTARA FOTO/ADITYA NUGROHO)

Temanggung, Jawa Tengah (ANTARA) - Sebanyak 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, meningkatkan kapasitas dengan mengikuti pelatihan digitalisasi.

"Karena sekarang sudah memasuki dunia digital sehingga para pelaku UMKM kita juga harus didorong untuk ikut di dalamnya," kata Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna di Temanggung, Kamis.

Ia mengatakan pelatihan peningkatan kapasitas yang hubungannya dengan digitalisasi UMKM itu sangat penting, sehingga nanti diharapkan pelaku usaha tersebut bisa mengikuti modernisasi.

Pelaku UMKM Temanggung yang mengikuti pelatihan itu cukup beragam. Dari yang memiliki usaha makanan hingga jasa, kata Nadia.

"Memang perlu diakui di Temanggung ini memang potensi luar biasa banyak, pelaku UMKM saya lihat banyak sekali tetapi memang untuk ke jenjang digital ini masih merangkak," katanya.

Oleh karena itu, menurut dia, pemerintah memang perlu hadir dengan menggandeng perusahaan untuk mengadakan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kapasitas UMKM lewat program tanggung jawab sosial perusahaan (TJSP).

Kali ini, kata Nadia, PT Telkom dari wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah (Jateng) Selatan yang berkesempatan melakukan TJSP, membekali 50 UMKM dengan pemahaman digitalisasi untuk memajukan usaha mereka.

General Manajer PT Telkom Yogyakarta dan Jateng Selatan Agus Faisal mengatakan pelatihan digitalisasi UMKM adalah program pelatihan yang bertujuan untuk membekali pelaku usaha dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan bisnis mereka.

Ia mengatakan pelatihan tersebut membantu UMKM untuk meningkatkan efisiensi, daya saing, dan jangkauan pasar melalui berbagai platform digital.

Menurut dia, jika UMKM memang ingin "go international", "go public", maka perlu keluar dari hanya sekedar sebagai pemain lokal dan harus memanfaatkan teknologi digital.

Pelaku UMKM, kata Agus, perlu membekali diri dengan keterampilan supaya penampilan usahanya tidak sekadarnya, tetapi benar-benar dipersiapkan sebagus dan semenarik mungkin.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026