Logo Header Antaranews Jateng

Bupati: Normalisasi sungai di Kecamatan Undaan untuk cegah banjir

Rabu, 2 Juli 2025 08:34 WIB
Image Print
Aktivitas operator exscavator melakukan normalisasi Sungai JUD3DA yang melintasi Desa Wonosoco, Berugejang, dan Lambangan di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (1/7/2025). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana melakukan normalisasi sungai di Kecamatan Undaan sebagai upaya menekan potensi banjir dan meningkatkan produktivitas pertanian, kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris.

"Kegiatan normalisasi ini mencakup Sungai Londo beserta anak-anak sungainya, termasuk saluran JU D3 DA, dan lainnya," ujarnya ditemui di sela-sela meninjau langsung kegiatan normalisasi sungai di Sungai Londo dan JU D3 DA yang kerap terdampak banjir di Kudus, Selasa.

Lokasi sungai tersebut, kata dia, melintasi tiga desa, mulai dari Desa Wonosoco, Berugejang, dan Lambangan di Kecamatan Undaan.

Selain kerja sama dengan BBWS Pemali Juana, kata dia, juga menggandeng pemerintah kecamatan, serta tiga pemerintah desa setempat.

"Kita hadir di sini untuk melihat langsung kegiatan normalisasi sungai. Wilayah ini memang sering terdampak banjir, dan kita berupaya menanggulanginya bersama berbagai pihak," ujarnya.

Ia berharap melalui normalisasi ini, masyarakat dapat lebih leluasa dalam mengelola lahan pertanian mereka. Minimal, para petani bisa menanam padi atau tanaman pangan dua kali dalam setahun.

"Kalau nanti bisa dua kali tanam, berarti bisa meningkatkan produksi pangan di Kudus dan menjadi langkah menuju kemandirian pangan," ujarnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga dan para petani setempat yang selama ini kerap dirugikan akibat banjir yang merendam sawah mereka. Pemkab Kudus juga berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan normalisasi agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Wadukrejo Wonosoco Sudaji mengakui berterima kasih karena kedua sungai yang selama ini menjadi penyebab banjir bisa dinormalisasi untuk mencegah kembali munculnya banjir.

Ia mengakui selama lima tahun terakhir aliran sungai tersebut memang mengalami sedimentasi, sehingga air sungai mudah meluap saat hujan deras sehingga menggenangi tanaman padi petani.

"Akibat sering tergenang banjir, petani sering kali gagal panen sehingga mengalami kerugian. Mudah-mudahan, setelah ada normalisasi sawah tidak lagi tergenang," ujarnya.

Sungai yang menjadi sasaran normalisasi, di antaranya Sungai Londo yang memiliki panjang 2,2 kilometer, sedangkan Sungai JU D3 DA setengahnya.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026