Penerimaan pajak daerah di Kudus mendekati target

id Realisasi penerimaan pajak daerah, di Kudus, mendekati target

Penerimaan pajak daerah di Kudus mendekati target

Poster untuk mengingatkan masyarakat agar taat membayar pajak daerah. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Kudus (ANTARA) - Realisasi penerimaan pajak daerah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hingga awal 17 November 2020 mencapai Rp106,79 miliar atau 98,75 persen dari target sebesar Rp108,15 miliar menyusul banyak sektor usaha yang mulai bergeliat di tengah pandemi virus corona (COVID-19).

"Kami mencatat sudah banyak pos penerimaan pajak yang realisasinya melampaui target, meskipun ada pula yang masih kosong dan realisasinya masih sangat rendah," kata Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kudus Eko Djumartono melalui Kepala Bidang Perencanaan dan Operasional Pendapatan Daerah Famny Dwi Arfana di Kudus, Jumat.

Pos penerimaan yang masih kosong, yakni pajak pengambilan bahan galian golongan c/mineral bukan logam dan batuan, sedangkan pos penerimaan pajak sarung burung walet juga baru terealisasi Rp7,97 juta dari rencana Rp17,8 juta.

Baca juga: Maksimalkan penerimaan, DJP Jateng tingkatkan kerja sama dengan pelaku usaha

Untuk bahan galian golongan C, kata dia, hingga kini memang belum ada izin dari Pemprov Jateng sehingga aktivitas galian C belum normal seperti sebelumnya.

Sementara untuk sarang burung walet, kata dia, ada satu perusahaan besar yang tutup dan yang ada sekarang perusahaan kecil dan pemasukan yang diterima sebelum masa pandemi, sedangkan saat pandemi sepi transaksi.

Penerimaan pajak daerah Kabupaten Kudus berasal dari 11 pos penerimaan pajak daerah, meliputi pajak hotel sebesar, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, dan pajak penerangan jalan.

Sementara pajak lainnya, yakni pajak mineral bukan logam batuan, pajak parkir, pajak air tanah, pajak sarang burung walet, PBB, dan bea perolehan hak tanah bangunan.

Pos penerimaan pajak yang sudah melampaui target, yakni PBB, pajak parkir, pajak reklame, pajak hiburan, pajak restoran, dan pajak hotel, sedangkan lainnya rata-rata sudah mendekati target.

Ia optimistis pada akhir bulan Desember 2020 bisa melampaui target karena masih ada sisa waktu dua bulan.

Baca juga: Samsat Batang himpun PKB Rp56,043 miliar
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar