Meski pandemi, UMKM binaan Pertamina harapkan pendampingan

id Mitra binaan, UMKM, Pertamina

Meski pandemi, UMKM binaan Pertamina harapkan pendampingan

Esti Kiswandari memperlihatkan salah satu produk buatannya. (ANTARA/Aris Wasita)

Bahkan saya dapat banyak konsumen dari luar kota, seperti sejumlah instansi di Jakarta
Solo (ANTARA) - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan PT Pertamina (Persero) di Solo, Jawa Tengah, berharap tetap dilakukan pendampingan meski pandemi COVID-19 masih terjadi di Indonesia.

"Termasuk pameran, harapannya Pertamina tetap melakukannya secara rutin meski harus lewat virtual," kata salah satu pelaku UMKM batik Esti Kiswandari di Solo, Rabu.

Pemilik Griya Kain Solo ini mengatakan seringkali dilibatkan oleh Pertamina pada penyelenggaraan pameran berskala nasional. Bahkan, penjualannya bisa naik hingga empat kali lipat usai mengikuti kegiatan tersebut.

"Bahkan saya dapat banyak konsumen dari luar kota, seperti sejumlah instansi di Jakarta. Selain itu, beberapa waktu lalu saya diajak pameran ke Makassar. Di sana produk yang saya bawa ludes terjual," katanya.

Esti sendiri menjadi mitra binaan Pertamina sejak 2017. Pada saat itu, warga Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, ini mengajukan pinjaman melalui program kemitraan sebesar Rp50 juta.

"Ternyata setelah menjadi mitra, saya tidak hanya dapat modal tetapi juga pelatihan, karena kalau hanya modal saya rasa habis begitu saja. Sampai saat ini saya masih dapat pendampingan, pelatihan, dan selalu dilibatkan pada kegiatan pameran-pameran," katanya.

Baca juga: Sejumlah pelaku UMKM pilih bertahan meski pandemi

Sementara itu, Pejabat Sementara Unit Manager Communication, Relations, and CSR PT Pertamina MOR IV Jawa Tengah dan DIY Marthia Mulia Asri mengatakan untuk bunga pinjaman yang dikenakan kepada setiap mitra sendiri cukup rendah, yaitu 3 persen.

"Jadi misalnya mitra pinjam Rp50 juta, mengembalikan Rp50 juta+3 persen dengan jangka waktu pengembalian tiga tahun. Untuk tahun pertama, kedua, dan ketiga beda besaran angsuran per bulan karena mengalami penurunan setiap tahun," katanya.

Meski hingga saat ini pandemi COVID-19 belum usai sehingga memberikan dampak pada merosotnya penjualan sejumlah pelaku usaha, pihaknya tetap aktif melakukan pendampingan termasuk menyelenggarakan pameran meskipun lewat virtual.

"Salah satunya Pertamina SMEXPO yang diselenggarakan 9-11 September 2020 sebagai pameran virtual terbesar dengan menghadirkan lebih dari 1.200 produk dipamerkan," katanya.

Selain itu, Pertamina juga terus aktif menyelenggarakan pelatihan dalam rangka meningkatkan kapasitas para pelaku usaha tersebut.

 Ia mengatakan belum lama ini perusahaan tersebut menyelenggarakan pemasaran "online" atau daring cara menggunakan sosial media, memfasilitasi foto produk, membuat katalog produk, dan pelatihan teknik foto produk.

"Kami juga melibatkan UMKM mitra binaan dalam program penyaluran bantuan COVID-19 yang diberikan Pertamina kepada masyarakat terdampak. Dalam hal ini kami memesan berbagai kebutuhan seperti sembako, makanan, masker, dan alat pelindung diri dari mitra binaan kami," katanya.

Ia berharap melalui program-program tersebut pelaku usaha, khususnya mitra Pertamina bisa tetap bersemangat dalam menjalankan usahanya dan terus meningkatkan kapasitas diri agar usaha yang dijalankan dapat berkembang.

Baca juga: Ganjar optimistis gelaran Virtual Expo 2020 bantu UMKM
Baca juga: Ini strategi ISEI untuk kembangkan UMKM saat pandemi
Baca juga: OJK Surakarta: Stimulus pemerintah berdampak positif bagi UMKM
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar