Bertambah 8 kasus, warga Boyolali positif COVID-19 jadi 1.067 orang

id Warga Boyolali COVID 19, tambah 8 jadi 1.067

Bertambah 8 kasus, warga Boyolali positif COVID-19 jadi 1.067 orang

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali Ratri S Survivalina (Kiri) saat memberikan keterangan di Kantor Dinkes Boyolali. ANTARA/Bambang Dwi Marwoto

Warga Boyolali yang terkonfirmasi positif COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh cukup tinggi sekitar 82,66 persen
Boyolali (ANTARA) - Jumlah warga di Kabupaten yang terkonfirmasi positif COVID-19 hingga Sabtu petang ini, bertambah delapan orang sehingga totalnya menjadi 1.067 kasus, kata pejabat Dinas Kesehatan setempat.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Ratri S Survivalina, Sabtu, bertambahnya 8 orang tersebut dua di antaranya, akibat terjadi kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 sebelumnya.

Ratri mengatakan dari sebanyak 1.067 kasus COVID-19 di Boyolali dengan rincian pasien yang masih dirawat di rumah sakit sebanyak 83 kasus, isolasi mandiri 60 kasus, dan yang sudah dinyatakan sembuh 882 kasus, dan meninggal dunia 42 kasus.

"Warga Boyolali yang terkonfirmasi positif COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh cukup tinggi sekitar 82,66 persen. Boyolali juga masih masuk zona sedang atau orange," kata Ratri.

Baca juga: Pemkab Boyolali terapkan kerja di rumah ASN mulai Senin

Kasus konfirmasi positif ke-1.060 berinisial TWN dan 1.061 SMR asal Desa Kebonan, Kecamatan Karanggede. Keduanya terkonfirmasi positif pada pemeriksaan usap tanggal 21 Oktober 2020. Berawal dari deteksi dini dengan skrining di Puskesmas Karanggede.

Kasus konfirmasi positif ke-1.062 (MLH) asal dari Desa Kiringan, Kecamatan Boyolali. Dia terkonfirmasi positif pada pemeriksaan usap tanggal 21 Oktober 2020 dan merupakan kontak erat dengan kasus konfirmasi ke-1.042.

Kasus konfirmasi positif ke-1.063 (NDW) asal Desa Senting, Kecamatan Sambi, terkonfirmasi positif pada pemeriksaan usap tanggal 21 Oktober 2020. Berawal dari deteksi dini dengan skrining Rumah Sakit Banyu Bening Boyolali.

Kasus konfirmasi positif ke-1.064 (LKS) asal Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, terkonfirmasi positif pada pemeriksaan usap tanggal 21 Oktober 2020. Berawal dari deteksi dini dengan skrining di Puskesmas Ngemplak.

Kasus konfirmasi positif ke-1.065 (PJA) asal Desa Teras, Kecamatan Teras, terkonfirmasi positif pada pemeriksaan usap tanggal 21 Oktober 2020. Kasus konfirmasi positif ke-1.066 (SJY) asal Desa Kragilan Kecamatan Mojosongo, terkonfirmasi positif pada pemeriksaan usap di Rumah Sakit dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten.

Kasus konfirmasi positif ke-1.067 (PTN) asal Desa Sawahan Kecamatan Ngemplak, terkonfirmasi positif pada pemeriksaan usap tanggal 20 Oktober 2020 dan merupakan kontak erat dengan kasus konfirmasi ke-1.021.

Kendati demikian, Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali terus menjalankan pemeriksaan, pelacakan, dan penanganan untuk mengendalikan penularan COVID-19 di wilayahnya.

Pihaknya mengingatkan kembali warga untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan guna menghindari penularan virus corona, termasuk mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak dengan orang lain.

Baca juga: Satu pegawai positif COVID, Kantor Investasi Perizinan Boyolali ditutup
Baca juga: Pasar Sunggingan Boyolali dibuka kembali pada Jumat
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar