Tim gabungan Boyolali waspadai bencana banjir dan tanah longsor

id Tim gabungan Boyolali ,waspadai banjir dan tanah longsor

Tim gabungan Boyolali waspadai bencana banjir dan tanah longsor

Komandan Kodim 0724/Boyolali Letkol Inf Aris Prasetyo (kiri) didampingi Sekda Kabupaten Boyolali Masruri saat mengecek kesiapan peralatan kendaraan truk dalam acara Apel Kesiapsiagaan Bencana di Alun Alun Kidul Boyolali, Kamis (22/10/2020). ANTARA/Bambang Dwi Marwoto

Boyolali (ANTARA) - Ratusan personel tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Boyolali, TNI, dan Polri menggelar apel kesiapsiagaan antisipasi bencana alam di Alun Alun Kidul, Boyolali, Jateng, Kamis.

Pada acara apel kesiapsiagaan bencana alam tersebut dipimpin Komandan Kodim 0724/Boyolali Letkol Inf Aris Prasetyo dan diikuti ratusan anggota TNI, Polres, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, PMI, Satpol PP, dan pasukan Damkar setempat.

Menurut Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Aris Prasetyo dalam kegiatan apel kesiapsiagaan bencana alam tersebut untuk memastikan kesiapan baik para personel maupun peralatan dalam penanganan bencana alam baik banjir atau tanah longsor yang sering terjadi saat musim hujan tiba.

Oleh karena itu, pihaknya meminta masyarakat yang dipetakan masuk di daerah rawan agar lebih waspada terhadap bencana banjir atau tanah longsor.

Dandim mengatakan daerah bencana banjir dan tanah longsor sering terjadi di Kecamatan Musuk, Selo, Cepogo, Ampel, sedangkan Boyolali bagian utara seperti Juwangi dan Ngemplak sering terjadi bencana banjir.

"Bencana tanah longsor biasa terjadi di kawasan lereng Gunung Merapi dan Merbabu. Sedangkan, banjir di Juwangi dan Ngemplak. Namun, banjir yang sering terjadi hanya berupa genangan dan cepat surut, tetapi masyarakat harus tetap waspada," kata Dandim.

Dandim mengatakan semua peralatan juga diperiksa dan disiapkan, seperti kendaraan roda dua, roda empat atau lebih, perahu karet serta truk dan alat berat begu dan lainnya harus siap digunakan. Alat berat begu ikut disiapkan sebagai antisipasi jika terjadi tanah longsor.

Alat berat disiapkan untuk menyingkirkan material tanah longsor yang sering terjadi di akses jalan Boyolali- Selo- Magelang, sehingga arus lalu lintas dengan cepat bisa lancar kembali.

Pada acara apel yang diikuti 100 personel tim gabungan juga dihadiri Sekretaris Daerah Pemkab Boyolali, Masruri dan Kepala Polres Boyolali, AKBP Rachmad Nur Hidayat.

Menurut Dandim koordinasi antar instansi sangat penting agar upaya pertolongan saat bencana datang bisa tepat dan cepat dilaksanakan.

Kendati demikian, kata Dandim, pihaknya dan masyarakat Boyolali tentunya tidak berharap ada bencana alam terjadi di wilayahnya.

Disinggung soal ancaman bencana erupsi Gunung Merapi, kata Dandim, pihaknya terus ikut melihat perkembangannya, tetapi dari laporan masih dalam kondisi aman.

Kendati demikian, pihaknya tetap meminta masyarakat dan jajaran terkait untuk senantiasa tetap waspada dan jangan sampai lengah jika sewaktu-waktu terjadi bencana.
 
Pewarta :
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar