Pemkot Surakarta dorong konsumsi sektor jasa

id Pemkot Surakarta, APBD

Pemkot Surakarta dorong konsumsi sektor jasa

Sekda Kota Surakarta Ahyani (ANTARA/Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Pemerintah Kota Surakarta akan mendorong konsumsi anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) di sektor jasa pada sisa waktu tahun 2020.

"Sebetulnya orientasi ke semua sektor, tidak bisa hanya satu aspek," kata Sekretaris Daerah Kota Surakarta Ahyani di Solo, Rabu.

Ia mengatakan salah satu yang menjadi prioritas adalah sektor jasa mengingat Solo merupakan kota jasa. Terkait hal itu, pihaknya akan banyak melibatkan pelaku usaha mulai dari skala mikro, makro, hingga perusahaan-perusahaan besar.

Baca juga: BI: terjadi perkembangan elektronifikasi di Soloraya

"Seperti hajatan, aspeknya kan banyak itu. Mulai dari pemberdayaan katering, di situ seniman juga mulai beraktivitas meskipun tidak dalam bentuk konser, paling tidak mereka sudah bisa beraktivitas," katanya.

Meski demikian, pihaknya memastikan segala kegiatan yang dilakukan pemerintah tidak akan menciptakan kerumunan massa untuk memastikan tetap diterapkannya protokol kesehatan COVID-19.

"Tetap harus membatasi, jangan sampai terjadi kerumunan, kontak fisik. Bahkan kalau itu terjadi kami tidak akan fasilitasi," katanya.

Mengenai APBD Kota Surakarta Tahun 2020 sendiri, dikatakannya, terjadi revisi di kisaran Rp500 miliar atau berkurang menjadi Rp1,6 triliun dari awalnya Rp2,1 triliun.

"Ini juga sudah kami gunakan untuk sektor infrastruktur. Selain itu, sekitar Rp150 miliar di antaranya untuk penanganan COVID-19, saat ini sudah tersalurkan Rp43 miliar," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan kepala daerah untuk merealisasikan anggaran belanja barang dan jasa, modal, dan bantuan sosial (bansos) pada September 2020 untuk mencegah resesi mengingat pada kuartal II pertumbuhan ekonomi dalam negeri minus 5,3 persen.

Mengenai realisasi belanja pemerintah daerah, menurut Presiden, data per 27 Agustus 2020 rata-rata nasional untuk belanja APBD tingkat provinsi masih 44 persen, sedangkan untuk belanja kabupaten dan kota mencapai 48,8 persen.
Pewarta :
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar