Antisipasi bencana hidrometeorologi dengan mitigasi

id mitigasi,bencana hidrometeorologi

Antisipasi bencana hidrometeorologi dengan mitigasi

Direktur Mitigasi Bencana BNPB Jhony Sumbung menanam pohon pinago di pesisir pantai Pariaman, Rabu (9-9-2020). ANTARA/Aadiaat M.S.

Purwokerto (ANTARA) - Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Dr. Indra Permanajati mengingatkan perlunya mengantisipasi bencana hidrometeorologi dengan melakukan mitigasi guna mengurangi dampak atau risiko yang mungkin ditimbulkan.

"Upaya mitigasi yang tepat sangat diperlukan guna mengantisipasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan angin kencang yang biasanya terjadi saat musim hujan," katanya di Purwokerto, Senin.

Indra yang merupakan Koordinator bidang Bencana Geologi Pusat Mitigasi Unsoed itu menjelaskan bencana hidrometeorologi yang terjadi di Sukabumi beberapa waktu yang lalu memberikan pelajaran mengenai pentingnya mitigasi dan evaluasi terkait dengan upaya yang telah dilakukan.

"Tren atau perubahan yang terjadi pada bencana hidrometeorologi harus selalu di evaluasi perubahannya secara berkala, apakah menunjukkan tren menurun atau naik. Kalau trendnya menurun berarti ada perubahan kondisi alam yang membaik, tetapi sebaliknya kalau semakin banyak terjadinya banjir bandang menunjukkan adanya perubahan terhadap kondisi alam," katanya.

Misalkan, kata dia, perlu evaluasi mengenai apakah ada perubahan tata guna lahan atau peruntukan lahan, dan lain sebagainya.

Sementara itu dia juga menjelaskan bahwa upaya mitigasi perlu melibatkan peran aktif masyarakat.

"Masyarakat harus berperan aktif atau menjadi subjek dalam upaya mitigasi dan juga penanggulangan bencana," katanya.

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia itu mengatakan pada masa mendatang kesadaran masyarakat untuk berperan aktif dalam mitigasi bencana dan penangulangan bencana harus terus ditingkatkan.

"Upaya untuk mendorong peran aktif masyarakat akan meningkatkan nilai kapasitas masyarakat dan selanjutnya akan bisa mengurangi risiko bencana," katanya.

Anggota Masyarakat Geologi Teknik Indonesia itu juga nenambahkan bahwa yang paling penting adalah pemerintah harus sudah melakukan langkah strategis untuk mengidentifikasi bencana prioritas yang sering terjadi dan menimbulkan dampak yang besar.

"Identifikasi ini nanti akan segera dilanjutkan dengan langkah-langkah nyata dalam penanganannya contohnya berdasarkan evaluasi kejadian bencana yang sudah terjadi, bencana yang harus segera diatasi adalah banjir bandang, bencana angin dan tanah longsor," katanya.

Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar