Pemkab Batang siapkan duta COVID-19 untuk edukasi pada masyarakat

id Pemkab Batang, duta COVID

Pemkab Batang siapkan duta COVID-19 untuk edukasi pada masyarakat

Bupati Batang Wijahi pada acara pemaparan kasus COVID-19. Bupati Batang mengatakan pemkab akan menyiapkan duta COVID-19 untuk memberikan edukasi pada masyarakat terhadap pentingnya mematuhi protokol kesehatan. (ANTARA/Kutnadi)

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menyiapkan duta COVID-19 yang bertugas memberikan edukasi pada masyarakat terkait dengan bahaya dan penanggulangan penularan virus corona jenis baru itu.

"Pengangkatan duta COVID-19 bisa berasal dari tokoh agama dan masyarakat guna memberikan edukasi terkait bahaya dan penanggulangan penularan COVID-19," kata Bupati Batang Wihaji di Batang, Rabu.

Berdasar data Dinas Kesehatan, jumlah kumulatif terkonfirmasi positif COVID-19 per 23 September 2020 sebanyak 331 orang terdiri atas sebanyak 253 orang (76 persen) dinyatakan sembuh, dirawat 54 orang (16,8 persen) dan meninggal dunia 24 orang (7,2 persen).

"Jika melihat data data perkembangan kasus COVID-19, kami menilai sudah mulai baik karena antara tingkat kesembuhan dengan yang meninggal dunia terkonfimasi positif COVID-19 cukup jauh. Jadi lebih banyak pasien yang sembuh," katanya.

Wihaji mengatakan bahwa saat ini wilayah Kabupaten Batang berstatus zona orange. Kendati demikian, pemkab akan terus meningkatkan penanganan COVID-19 secara maksimal seperti melakukan operasi yustisi dan mengangkat duta COVID-19.

"Kita memiliki program zero COVID-19 sehingga regulasi peraturan daerah (perda) tentang penanggulangan penyakit menular akan kita tegaskan segera diberlakukan," katanya.

Pemkab juga memiliki cara-cara meminimalikan penularan COVID-19 dengan melokalisasi kasus positif virus corona hingga tingkat keluarga yaitu melakukan isolasi mandiri dengan status orang tanpa gejala (OTG) dengan diberikan santunan Rp1 juta.

"Tingkat kedisiplinan masyarakat sekarang (mematuhi protokol kesehatan) memang agak menurun karena mereka menganggap adaptasi kebiasaan baru sudah tidak ada. Oleh karena itu, aparat gabungan akan terus melakukan operasi yustisi protokol kesehatan," katanya.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar