Kota Pekalongan lakukan pembekalan pelatihan usaha KPM

id Pemkot Pekalongan, KPH

Kota Pekalongan lakukan pembekalan pelatihan usaha KPM

Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz saat memberikan pengarahan pada keluarga penerima manfaat pada acara pembekalan pelatihan usaha. (ANTARA/Kutnadi)

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, melakukan pembekalan pelatihan usaha pada 1.532 keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (PKH) sebagai upaya mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan perekonomian di daerah itu.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinsosP2KB) Kota Pekalongan Budiyanto di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa pemkot berencana mendaftarkan 100 perwakilan KPM PKH untuk ikut pelatihan di balai latihan ketrampilan (BLK).

"Kami akan terus mendorong mereka bisa lebih mandiri dan sejahtera (graduasi) setelah mendapat pelatihan usaha seperti kursus menjahit, rias salon, dan membuat kue," katanya.

Budiyanto mengatakan pemanfaatan program PKH untuk meningkatkan taraf hidup, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.

Kriteria penerima PKH, kata dia, antara lain berasal dari komponen kesehatan meliputi ibu hamil yang akan mendapatkan bantuan sebesar Rp3 juta, anak usia dini Rp3 juta, anak sekolah tingkat sekolah dasar Rp900 ribu, tingkat SMP sebesar Rp1,5 juta, SMA Rp2 juta, disabilitas berat Rp2,4 juta dan lanjut usia Rp2,4 juta per jiwa.

Ia mengharapkan melalui pelatihan usaha tersebut, KPM program keluarga manfaat ini dapat meningkatkan perekonomian mereka dan nantinya dapat digantikan warga lainnya yang masih berstatus prasejahtera atau yang berhak menerima PKH.

"Alhamdulillah pada periode September 2020 sudah ada 373 KPM yang telah graduasi atau menyatakan mundur secara sukarela dari program PKH karena mereka sudah merasa mampu untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya," katanya.

Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz menyampaikan apresiasi pada para KPM PKH yang secara sukarela sudah mengundurkan diri dari program tersebut untuk bisa dialihkan membantu warga miskin lain yang lebih berhak menerima.

Pemkot, kata dia, menyambut baik adanya pelatihan usaha bagi KPM agar mereka dapat mandiri atau mampu memenuhi kebutuhan keluarganya.

"Melalui pelatihan kursus dari BLK ini diharapkan mereka bisa memanfaatkan peluang ini dengan baik untuk merintis usaha agar ke depan dapat sejahtera," katanya.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar