Pemprov Jateng raih penghargaan WTP lima kali berturut-turut

id ganjar WTP,WTP lima kali, Jateng

Pemprov Jateng raih penghargaan WTP lima kali berturut-turut

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengikuti acara Rakornas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2020 secara daring. ANTATLRA/HO-Humas Pemprov Jateng

WTP bersih, tapi ketika dicek ada korupsi, jangan sampai.
Semarang (ANTARA) -
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia setelah berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan sebanyak lima kali berturut-turut.

Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani usai membuka acara Rakornas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2020 secara daring, Selasa.

Rakornas tersebut diikuti oleh seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah di Indonesia termasuk Gubernur Ganjar Pranowo yang sekaligus menerima penghargaan tersebut.

Kemenkeu memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah dalam dua kategori, yakni yang telah meraih WTP lima kali dan 10 kali berturut-turut.

Pemprov Jateng sampai tahun 2020 sudah meraih sembilan kali WTP sehingga bila tahun 2021 kembali WTP, Pemprov Jateng akan meraih penghargaan 10 kali berturut-turut.

Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo menekankan agar catatan bagus terkait WTP itu jangan dinodai dengan persoalan seperti tindak pidana korupsi, termasuk dalam mengelola dan mengamankan dana hasil "refocusing" anggaran untuk penanganan COVID-19.

"Tadi catatannya bagus, WTP itu bersih ya jangan dinodai dengan persoalan. WTP bersih, tapi ketika dicek ada korupsi, jangan sampai. Kita minta tidak hanya pemprov, tapi juga pemkab/pemkot yang hasilnya juga bagus-bagus, Solo umpama lebih dari sepuluh. Yuk kita belajar semua, kita kelola duit negara dengan baik, WTP itu bagus dan hebat tetapi harus bersih," kata Ganjar usai menerima penghargaan secara daring.

Ia menyebut adanya pandemi COVID-19 pada dasarnya tidak ada hubungannya dengan WTP, justru dengan adanya pandemi ini semua bisa melakukan tata kelola.

Menurut Ganjar, selama pandemi ini yang perlu diperhatikan adalah yang berkaitan dengan dana "refocusing".

"Jangan sampai dana yang lebih banyak, dana tidak terduga, dan dibelanjakan dengan gampang, tetapi akuntabilitas kurang. Ini akan menodai WTP," ujarnya.
 

Sejak awal Pemprov Jateng sudah menerapkan cara untuk menjaga akuntabilitas dana "refocusing" dengan cara menyiapkan anggaran secara rinci. Setelah melalui proses itu, maka filter terakhir adalah Inspektorat Provinsi Jawa Tengah yang akan me-review anggaran belanja yang diajukan tersebut.

Ganjar mengungkapkan Pemprov Jateng sebenarnya telah mendapat WTP sembilan kali berturut-turut.

"Tadi kami mendapat penghargaan dari Menteri Keuangan untuk kategori (WTP) lima tahun berturut-turut. Sebenarnya kami sudah sembilan tahun berturut-turut, tetapi karena 'grade-nya' masih di bawah sepuluh, maka terima kasih kami mendapatkan perhatian," katanya.

Selain Pemprov Jateng yang meraih penghargaan lima kali berturut-turut, berapa kabupaten/kota di Jawa Tengah juga mendapat penghargaan yang sama.
 

Di antaranya Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Blora, Kabupaten Boyolali, Grobogan, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Kudus, Kabupaten Pati, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Semarang, Kabupaten Sragen, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonogiri, dan Kota Pekalongan.

Kota Surakarta dan Kabupaten Jepara justru sudah lebih baik dengan mendapatkan penghargaan opini WTP atas laporan keuangan selama sepuluh kali berturut-turut.

Baca juga: Pemprov Jateng raih WTP 8 kali berturut-turut

Baca juga: Jepara dan 10 Daerah di Jateng Raih Predikat WTP
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar