Empat anak tenggelam di Sungai Tajum Banyumas

id basarna cilacap,empat anak tenggelam

Empat anak tenggelam di Sungai Tajum Banyumas

Personel Basarnas KPP Cilacap sedang menyiapkan perahu karet yang akan dibawa ke Desa Banteran, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (21/9/2020), untuk mencari seorang anak yang hilang akibat tenggelam di Sungai Tajum. ANTARA/HO-Basarnas Cilacap

Purwokerto (ANTARA) - Empat anak dilaporkan tenggelam di Sungai Tajum, Desa Banteran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Cilacap I Nyoman Sidakarya.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, empat anak tersebut yakni Rezan (14), Verga (14), Frenda (14), dan Dafa (14) warga Desa Banteran RT 03 RW 06, Kecamatan Wangon, Banyumas," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin.

Baca juga: Dihamtam ombak, seorang nelayan tenggelam di Pantai Logending

Menurut dia, keempat anak tersebut diketahui bermain di Sungai Tajum tepatnya di bawah jembatan gantung, Grumbul Karangtawang, Desa Banteran.

Akan tetapi nahas, kata dia, keempat anak itu tenggelam dan tiga di antaranya berhasil diselamatkan.

"Tiga anak yang berhasil diselamatkan diketahui bernama Rezan, Frenda, dan Dafa, sedangkan seorang anak atas nama Verga masih dalam pencarian," katanya.

Terkait dengan hal itu, Nyoman mengatakan setelah menerima informasi tersebut, pihaknya segera memberangkatkan satu regu Basarnas KPP Cilacap menuju lokasi kejadian guna mencari korban tenggelam.

"Kami akan bergabung dengan potensi SAR yang telah berada di lokasi kejadian," katanya.

Sementara itu, Koordinator Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Kabupaten Banyumas Ady Candra mengatakan pihaknya juga segera memberangkatkan personel untuk melakukan pencarian terhadap korban tenggelam di Sungai Tajum.

"Kami sedang persiapan berangkat ke lokasi karena baru mendapatkan informasi tersebut pada pukul 15.00 WIB," katanya.

Baca juga: Basarnas Cilacap lanjutkan pencarian korban tenggelam di Kebumen dan Purworejo
 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar