BPJAMSOSTEK berikan bantuan pangan pada pekerja terdampak COVID-19

id kudus, BPJAMSOSTEK berikan, bantuan pangan, kepada pekerja terdampak COVID 19

BPJAMSOSTEK berikan bantuan pangan pada pekerja terdampak COVID-19

Penyerahan bantuan pangan bergizi secara simbolis di aula Kantor BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Kudus, Jawa Tengah, Kamis (17/9/2020). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Kudus (ANTARA) - BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Kudus, Jawa Tengah, memberikan bantuan pangan bergizi kepada para pekerja yang menjadi peserta jaminan sosial tenaga kerja yang terdampak COVID-19.

Penyerahan bantuan pangan bergizi secara simbolis dilakukan di aula Kantor BPJS Ketenagakerjaan yang dikenal BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Kudus, Kamis (17/9).

"Selain menyerahkan bantuan bahan pangan bergizi, kami juga menyerahkan bantuan helm dan alat pelindung diri (APD) proyek," kata Pejabat pengganti sementara (Pps) Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Cabang Kudus Budi Hananto di Kudus.

Ia mengungkapkan total bantuan sebanyak 125 paket, masing-masing paket bahan pangan bergizi tersebut berisi 5 kilogram beras premium, 1 liter minyak goreng, 1 kg gula pasir, satu kaleng ikan sarden, dan tiga bungkus mi instan.

Baca juga: Pemerintah relaksasi iuran BPJAMSOSTEK

Sementara helm yang diberikan sebanyak 50 unit, sedangkan APD proyek sebanyak 22 paket yang meliputi helm proyek, sepatu karet, sarung tangan proyek, dan rompi tali silang.

Kegiatan promotif dan preventif ini juga serempak dilaksanakan di seluruh Kantor Cabang BPJAMSOSTEK se-Jawa Tengah dan DIY dengan total 1.370 paket bahan pangan bergizi dan 225 APD proyek dan 500 helm berkendara.

Untuk kriteria perusahaan penerima bantuan, antara lain mereka yang tertib administrasi kepesertaan dan tidak menunggak iuran, menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan paling singkat tiga tahun, tidak termasuk pemberi kerja daftar sebagian tenaga kerja dan program.

Kriteria lainnya, yakni pemberi kerja yang melaporkan upah minimal sesuai dengan upah minimum kabupaten/kota, pemberi kerja yang tertinggi dalam mengajukan kasus klaim jaminan kecelakaan kerja (JKK) tidak termasuk kecelakaan lalu lintas berdasarkan data tahun 2019, dan pemberi kerja yang belum pernah mengajukan kasus klaim JKK berdasarkan data tahun 2019.

"Khusus untuk perusahaan jasa konstruksi yang akan menerima bantuan APD proyek, hanya diberikan kepada perusahaan jasa kontruksi yang merupakan paerta penerima upah," ujarnya.

Sementara itu, Human Resources Development Hotel Griptha Kudus Adrea Felita Dinovi mengaku senang atas bantuan yang diberikan BPJAMSOSTEK Kudus kepada para pekerja di Hotel Griptha Kudus karena bisa menjadi penyemangat mereka tetap bekerja maksimal.

Apalagi, lanjut dia, para pekerja yang bekerja di bidang operasional memang sangat terdampak adanya COVID-19.

Jika sebelumnya bisa masuk kerja hingga lima hari kerja dan satu hari libur, kata dia, saat ini mereka hanya masuk dua hari kerja, menyusul masih sepinya tamu yang menginap di hotel.

"Karena kami menjual jasa, maka uang pelayanan juga tidak diperoleh," ujarnya.

Sehingga, kata dia, bantuan paket bahan pangan bergizi dari BPJAMSOSTEK maupun bantuan subsidi upah (BSU) untuk pekerja dari pemerintah juga sangat dinantikan. 

Baca juga: BPJAMSOSTEK serahkan 3,5 juta data calon penerima BSU gelombang III ke Kemnaker
Baca juga: 560 pekerja PT Putra Tama Jaya Temanggung terima bantuan subsidi gaji
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar