Bertambah 15, warga Boyolali terkonfirmasi positif COVID-19 jadi 700 orang

id Warga Boyolali terkonfirmasi ,positif COVID 19 tambah 15 orang

Bertambah 15, warga Boyolali terkonfirmasi positif COVID-19 jadi 700 orang

Kepala Dinas Kesehatan dokter Ratri S Survivalina (kanan) saat memberikan keterangan di Boyolali. ANTARA/Bambang Dwi Marwoto

Boyolali (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali Jawa Tengah menyebutkan warga di wilayahnya yang terkonfirmasi positif COVID-1  bertambah 15 orang sehingga secara akumulasi menjadi 700 orang.

Meskipun Boyolali masih ada penambahan yang positif COVID-19, tetapi jumlahnya sudah mulai menurun dan tidak terlalu signifikan seperti sebelumnya, kata Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali dokter Ratri S. Survivalina, di Boyolali, Selasa.

Dokter Ratri S. Survivalina menjelaskan dengan tambahan 15 kasus tersebut secara total akumulasi yang terkonfirmasi positif COVID-19 hingga Senin (14/9) petang, sebanyak 700 kasus.


Jumlah tersebut terdiri atas warga yang masih dirawat di rumah sakit ada 127 kasus, isolasi mandiri 204 kasus, sudah selesai isolasi 346 kasus, dan meninggal dunia 23 kasus.

"Bahkan, Boyolali selama sepekan ini, ada penambahan terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 96 kasus," kata Ratri.

Sebanyak 96 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 tersebut, kata Ratri, tersebar di beberapa kecamatan, antara lain di Kecamatan Banyudono, Teras, Ampel, Boyolali, Cepogo, Juwangi, Karanggede, Kemusu, Musuk dan Klego.

Baca juga: Tim Pengembangan Vaksin COVID-19 berpacu dengan waktu dapatkan vaksin

Selain itu, lanjut Ratri, ada pula di Kecamatan Mojosongo, Ngemplak, Nogosari, Sawit, Simo, Gladagsari, dan Wonosamodro, Andong, dan Selo.

Ratri menjelaskan terdapat 10 klaster yang masih mendominasi penyebaran COVID-19 di Boyolali meliputi klaster pengawas pemilu sebanyak 103 kasus, klaster petugas lapangan sebanyak 36 kasus, SUG Gunung sebanyak 33 kasus, klaster BMT sebanyak 27 kasus, dan klaster Pasar Peterongan sebanyak 22 kasus.

Klaster lainnya, yakni Jakarta sebanyak 21 kasus, klaster Lamaran sebanyak 20 kasus, klaster Nakes sebanyak 14 kasus, klaster Merti Desa sebanyak 10 kasus dan klaster BPJS sebanyak 10 kasus.

Selain itu, Dinkes Boyolali dari hasil "Polymerase Chain Reaction" (PCR) atau tes usap yang dilakukan di Pasar Hewan Sunggingan Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali kota, dan di Ampel yang semuanya dinyatakan negatif.

Kendati demikian, kata dia, kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan di Boyolali kini sudah semakin tinggi. Hal itu, dibuktikan dengan penambahan kasus COVID-19 di wilayah ini terus berkurang.

Selain itu, masyarakat mulai meneerapkan disiplin protokol kesehatan, sehingga cukup ampuh dan efektif untuk menekan penularan COVID-19 di Boyolali. 

Baca juga: Aktor Ade Firman Hakim meninggal, dimakamkan dengan protokol COVID-19
Baca juga: Satgas COVID-19 Batang jaring 157 pelanggar protokol kesehatan

 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar