PSBB Jakarta belum memengaruhi lalu lintas KA

id Solobalapan, PSBB

PSBB Jakarta belum memengaruhi lalu lintas KA

Loket tiket di Stasiun Solobalapan. (ANTARA/Aris Wasita)

Sedangkan jika akhir minggu, bisa lebih dari 100 penumpang. Hari Minggu kemarin jumlah penumpang dari Solobalapan yang naik Argo Dwipangga sebanyak 140 orang
Solo (ANTARA) - Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid dua yang dilakukan oleh Provinsi DKI Jakarta untuk meminimalisasi penyebaran wabah COVID-19 sejauh ini belum terlalu mempengaruhi lalu lintas kereta api (KA) yang melintasi Stasiun Solobalapan.

"Sampai saat ini belum ada pengaruhnya karena KA jarak jauh untuk hari ini sampai Jumat dari Solobalapan tidak ada keberangkatan KA. Hanya ada KA terusan, yaitu KA Bima dan Turangga tujuan Gambir dan Bandung," kata Kepala Stasiun Solobalapan Suharyanto di Solo, Senin.

Ia mengatakan untuk KA jarak jauh keberangkatan dari Stasiun Solobalapan sejauh ini baru ada dua, yaitu KA Argo Dwipangga tujuan Gambir dan KA Lodaya malam tujuan Bandung.

"Keduanya ini berangkat hanya di akhir minggu, yaitu hari Minggu. Memang KA jarak jauh dari Stasiun Solobalapan masih terbatas selama masa pandemi ini," katanya.

Baca juga: Ganjar menyiapkan antisipasi PSBB jilid II Jakarta

Ia mengatakan untuk jumlah penumpang KA jarak jauh dari stasiun tersebut juga masih relatif rendah. Berdasarkan data, dikatakannya, jika di hari biasa untuk tujuan Jakarta yang naik KA terusan hanya di kisaran 40-50 penumpang/hari.

"Sedangkan jika akhir minggu, bisa lebih dari 100 penumpang. Hari Minggu kemarin jumlah penumpang dari Solobalapan yang naik Argo Dwipangga sebanyak 140 orang," katanya.

Selanjutnya, untuk jurusan Bandung jika di hari biasa yang menggunakan KA terusan di kisaran 20 penumpang/hari, untuk akhir minggu sekitar 50 orang dalam satu hari. Sedangkan jumlah penumpang datang dari Jakarta maupun Bandung ke Solo dalam satu hari di kisaran 50 orang dan di akhir minggu bisa mencapai 100 orang.

"Memang untuk 'trafic' (lalu lintas) penumpang masih relatif sepi pada dua tujuan tadi. Makanya yang jalan hanya satu-satu per tujuan agar okupansi bisa naik, karena kalau dijalankan semua tingkat keterisian kecil. Ini kami lakukan juga untuk memenuhi kebutuhan pelanggan," katanya.

Sementara itu, dikatakannya, sejauh ini belum terlihat efek dari PSBB jilid dua yang diterapkan di DKI Jakarta.

"Belum tahu juga (dampaknya) karena ini kan baru awal PSBB diberlakukan. Apakah nanti lebih ketat dibandingkan kemarin atau tidak, seperti kemarin kan (jilid satu) ada surat izin masuk. Meski demikian, sejauh ini kami masih tetap menerapkan kelengkapan hasil 'rapid test' (tes cepat) untuk keberangkatan KA jarak jauh," katanya.

Baca juga: Jakarta PSBB lagi, Polda Jateng siapkan kemungkinan penyekatan
 
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar