Bupati Purbalingga ajak warga sukseskan sensus penduduk

id sensus penduduk lanjutan, Pemkab Purbalingga, purbalingga

Bupati Purbalingga ajak warga sukseskan sensus penduduk

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi. ANTARA/HO-Humas Pemkab Purbalingga

Purbalingga (ANTARA) - Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengajak seluruh masyarakat kabupaten setempat untuk bersama-sama menyukseskan Sensus Penduduk Lanjutan bulan September 2020.

"Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Purbalingga untuk bersama-sama menyukseskan Sensus Penduduk Lanjutan September 2020 dengan jawaban yang akurat dan jujur," katanya di Purbalingga, Jumat.
 

Bupati menambahkan data kependudukan yang akurat dan terpercaya sangat dibutuhkan dalam rangka pengambilan kebijakan-kebijakan pemerintah.

Bupati juga berharap kepada seluruh jajarannya untuk terus mendukung BPS terutama saat pelaksanaan sensus lanjutan agar dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Sebelumnya BPS juga telah menggelar sensus penduduk secara daring. Dari target sensus penduduk daring sebanyak 20 persen, Kabupaten Purbalingga telah melampaui target. "Sebanyak 244 ribu atau 26 persen penduduk Kabupaten Purbalingga telah mengisi sensus penduduk secara daring," katanya.

Baca juga: Respons masyarakat Jateng pada Sensus Penduduk 2020 tertinggi nasional

Baca juga: 174.089 penduduk Surakarta terdata sensus penduduk secara daring

Baca juga: Rekrut 1.190 tenaga sensus penduduk, Kudus tunggu instruksi BPS pusat

Kepala BPS Kabupaten Purbalingga Suprih Handayani menambahkan pihaknya mengapresiasi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga yang sudah mendukung pelaksanaan sensus penduduk daring.

"Dalam pencapaiannya sensus penduduk daring di Purbalingga menempati posisi 10 besar di Jawa Tengah," katanya.

Dia menambahkan Kabupaten Purbalingga juga menduduki peringkat pertama terkait Survei Dampak COVID-19 yang diikuti oleh 2.890 responden.

Dalam buku hasil survei yang berjudul Profil Masyarakat Kabupaten Purbalingga 2020, kata dia, ada tiga besar perubahan pengeluaran paling dominan semasa pandemi.

"Pertama berupa perubahan bahan makanan 46 persen, pulsa atau paket data 29,7 persen dan konsumsi listrik 11,3 persen," katanya.

Selain itu, kata dia, 46,5 persen responden menjadikan perubahan pengeluaran paling dominan adalah pengeluaran bahan makanan. "Hal ini tidak terlepas dari anjuran pemerintah untuk tetap di rumah dan meningkatkan imunitas tubuh dengan memasak makanan sendiri," katanya.

Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar