Permintaan elpiji bersubsidi di Kudus alami kenaikan

id Permintaan elpiji bersubsidi, di Kudus, selama pandemi alami kenaikan

Permintaan elpiji bersubsidi di Kudus  alami kenaikan

Elpiji ukuran 3 kilogram sebelum masa pandemi COVID-19. (ilustrasi). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (ANTARA) - Permintaan elpiji ukuran 3 kilogram di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, selama masa pandemi COVID-19 cenderung mengalami kenaikan, sedangkan pasokannya tersedia cukup sehingga tidak ada keluhan masyarakat dalam mendapatkan komoditas bersubsidi tersebut.

"Meskipun terjadi lonjakan permintaan karena berbarengan dengan Idul Kurban, pasokan elpiji ukuran 3 kilogram tercukupi," kata Kepala Seksi Fasilitasi Perdagangan Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Teddy Hermawan di Kudus, Kamis.

Ia mencatat permintaan elpiji 3 kg selama bulan Juli 2020 sebanyak 773.740 tabung atau naik dibandingkan bulan sebelumnya hanya 736.360 tabung.

Selama tujuh bulan terakhir, kata dia, permintaan elpiji 3 kg memang cenderung tinggi karena rata-rata setiap bulannya di atas 700.000 tabung.

"Kalaupun ada yang rendah, tercatat hanya pada bulan Februari 2020 permintaannya selama sebulan hanya 686.000 tabung, selebihnya di atas 700.000 tabung per bulannya, termasuk selama masa pandemi COVID-19," ujarnya.

Ia menduga tingginya permintaan elpiji selama masa pandemi, disebabkan karena banyak pedagang kaki lima yang mengalami penurunan omzet penjualan, kemudian beralih dengan berjualan kuliner secara daring (dalam jaringan).

Di samping itu, belum normalnya aktivitas belajar mengajar di sekolah, berdampak pada aktivitas warga dalam memasak semakin meningkat karena anaknya banyak yang di rumah sehingga yang biasanya makan di luar, kini harus memasak untuk kebutuhan keluarga, terutama anak-anak mereka yang ada di rumah.

Penyaluran elpiji sepanjang Januari-Juli 2020 mencapai 5.168.620 tabung atau 60,29 persen dari alokasi sebesar 8.573.510 juta tabung selama 2020. 
Pewarta :
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar