Pemkab Purbalingga sosialisasikan pentingnya pemenuhan gizi ibu hamil

id kekerdilan

Pemkab Purbalingga sosialisasikan pentingnya pemenuhan gizi  ibu hamil

Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga, Hanung Wikantono (ANTARA/HO - dok. pribadi)

Purbalingga (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah terus menyosialisasikan pentingnya pemenuhan gizi pada ibu hamil sebagai salah satu cara mencegah kekerdilan.

"Kami terus mengajak masyarakat mencegah kekerdilan sejak dini, salah satu caranya melalui pemenuhan gizi pada ibu hamil," kata Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga Hanung Wikantono di Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis.

Selain pemenuhan gizi ibu hamil, pihaknya juga mendorong pemberian ASI eksklusif, pemberian imunisasi dasar secara lengkap, mendorong perilaku hidup bersih dan sehat serta mengajak masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan.

"Dengan berbagai upaya tersebut diharapkan dapat mencegah kekerdilan, kami mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif mencegah kekerdilan," katanya.

Pihaknya juga terus mengintensifkan sosialisasi ASI eksklusif kepada seluruh masyarakat melalui puskesmas-puskesmas di wilayah setempat.

Melalui sosialisasi yang intensif kepada masyarakat, kata dia, diharapkan makin meningkatkan kesadaran dan  pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif.

"Kami ingin terus meningkatkan kesadaran dan pemahaman bahwa pemberian ASI eksklusif bagi bayi usia nol hingga enam bulan lalu dilanjutkan hingga usia dua tahun sangat penting karena ASI memiliki berbagai manfaat bagi sang bayi maupun bagi sang ibu termasuk juga dapat mencegah kekerdilan," katanya.

Pada kesempatan sebelumnya, Dokter Spesialis Anak dr. Ariadne Tiara Hapsari, MSiMed. Sp.A juga mengingatkan bahwa pemberian ASI eksklusif kepada bayi sangat bermanfaat sebagai salah satu cara mencegah kekerdilan.

"Pemberian ASI eksklusif menjadi salah satu cara efektif mencegah kekerdilan karena ASI mengandung zat gizi yang sangat baik bagi bayi," katanya.

Dokter yang praktik di RS Dr. Margono Soekarjo Purwokerto tersebut menambahkan selain pemberian ASI eksklusif upaya mencegah kekerdilan juga dapat dilakukan dengan memantau perkembangan tumbuh kembang balita di posyandu.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto itu juga mengatakan pemerintah daerah perlu memperkuat peran tenaga kesehatan di puskesmas dan kader di posyandu untuk menggencarkan sosialisasi mengenai upaya mencegah kekerdilan.
 

Pewarta :
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar