Sejumlah mal di Solo mulai adakan kegiatan dengan pembatasan sosial

id Pameran mal, pandemi

Sejumlah mal di Solo mulai adakan kegiatan dengan pembatasan sosial

Pameran yang diselenggarakan di Mal Solo Paragon (ANTARA/Aris Wasita)

Solo (ANTARA) -
Sejumlah mal di Kota Solo mulai menyelenggarakan sejumlah kegiatan seperti pameran meski pembatasan sosial masih diberlakukan akibat pandemi COVID-19.

"Bedanya untuk event kali ini kami tidak seperti biasanya, ada pembatasan jumlah peserta," kata Chief Marketing Communication Solo Paragon Lifestyle Mall Veronica Lahji di Solo, Kamis.

Ia mengatakan jika biasanya untuk acara pameran jumlah peserta yang mengikuti sekitar 40-45 tenant, untuk kali ini hanya dibatasi sebanyak 20 tenant.

"Untuk pengunjung juga kami batasi, ada pintu masuk dan keluar khusus, jadi alurnya terpisah. Kalau sampai ada kerumunan, maka kami akan menyetop dulu pengunjung lain yang juga ingin masuk ke atrium," katanya.

Terkait hal itu, pihaknya sudah meminta pihak keamanan mal untuk melakukan pengawasan secara ketat. Sementara itu, untuk memastikan pelaksanaan pameran fashion tersebut tidak menyalahi aturan pemerintah, sebelum dilaksanakan sudah dilakukan survei terlebih dahulu oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surakarta.

"Sebelumnya kami memberikan proposal, baru kemudian Tim Gugus Tugas melakukan pengecekan langsung di lokasi. Akhirnya kami dapat surat resmi bisa melakukan acara sesuai protokol kesehatan. Syaratnya juga harus menjaga situasi supaya tidak terjadi kerumunan," katanya.

Ia mengatakan tidak ada target khusus untuk jumlah pengunjung meskipun ada pelaksanaan pameran. Pihaknya mencatat hingga saat ini angka kunjungan masih di kisaran 3.000-4.000 pengunjung/hari.

Sementara itu, Public Relations Solo Grand Mall (SGM) Ni Wayan Ratrina mengatakan juga sudah menggelar sejumlah event. Meski demikian, dikatakannya, upaya tersebut belum mampu mendongkrak jumlah pengunjung selama masa pandemi COVID-19.

"Karena kami juga tetap membatasi jarak selama event berlangsung. Seperti hanya menyediakan 50 kursi, kalau biasanya kan sampai ratusan," katanya.
Pewarta :
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar