Perlu terobosan kebijakan untuk redam kasus positif COVID-19

id Terobosan kebijakan, kasus COVID 19

Perlu terobosan kebijakan untuk redam kasus positif COVID-19

Warga berolahraga menggunakan sepeda di kawasan Sultan Iskandar Muda, Jakarta, Minggu (26/7/2020). Pemprov DKI Jakarta menyiapkan 30 kawasan khusus pesepeda di lima kota administrasi Jakarta serta perluasan jalur sepeda sementara yang disiapkan sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat hingga Jalan Sudirman dengan menggunakan 2-3 lajur di sebelah kiri sebagai dampak dari peniadaan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) di Jalan Sudirman-Thamrin. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso/foc.

Semarang (ANTARA) - Jumlah kasus positif COVID-19 terus bertambah sehingga pemerintah harus benar-benar memitigasi kasus penyebaran virus corona dengan terobosan kebijakan yang terukur.


"Berbagai upaya untuk mengendalikan penyebaran COVID-19 harus dievaluasi dari waktu ke waktu untuk menemukan langkah yang tepat. Apalagi saat ini terlihat jumlah positif COVID-19 terus bertambah di tengah berbagai langkah yang telah dilakukan pemerintah," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/8).

Berdasarkan pengumuman Satuan Tugas Penanganan COVID-19, ungkap Lestari, hingga Senin, 10 Agustus 2020, tercatat 127.083 kasus COVID-19, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020.

Dengan terus bertambahnya jumlah positif COVID-19, menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, perlu terobosan kebijakan untuk menemukan langkah yang tepat dalam pengendalian COVID-19.

"Saat ini Pemerintah perlu memastikan langkah mana saja dinilai berhasil atau mana saja yang dinilai gagal. Sehingga langkah selanjutnya bisa menjadi upaya perbaikan dalam pengendalian COVID-19," katanya.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Dok. Pribadi


Menurut Legislator Partai NasDem itu, yang belum dipahami oleh masyarakat saat ini adalah di masa pandemi ini perlu pemahaman terhadap norma-norma baru.

"Tidak lagi bersalaman dan harus memakai masker dalam setiap pertemuan di masa pandemi COVID-19, merupakan norma baru," ujarnya.

Demikian juga, tambah Rerie, dengan disiplin menjaga kebersihan diri dengan sering mencuci tangan, segera berganti pakaian setelah bepergian dan disiplin menjaga jarak di tempat umum.

Rerie berharap penerapan disiplin terhadap diri, bisa terus dikembangkan dengan kesadaran menjadi disiplin secara kolektif, sehingga upaya menjaga kebersihan dan menjaga jarak di masa pandemi menjadi norma baru yang menjadi acuan perilaku masyarakat.

Lebih lanjut, Rerie mengingatkan, agar upaya menggebu pemerintah menjaga perekonomian nasional tetap bergerak, tidak menyebabkan masyarakat lalai menjaga kesehatan.***
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar