Perluas jangkauan, penyuluhan pertanian perlu manfaatkan media digital

id pertanian

Perluas jangkauan, penyuluhan pertanian perlu manfaatkan media digital

Akademisi Unsoed Edi Santoso. ANTARA-Wuryanti PS

Purwokerto (ANTARA) - Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, Edi Santoso mengatakan kegiatan penyuluhan pertanian perlu memanfaatkan media digital guna memperluas jangkauan.

"Kegiatan penyuluhan dengan memanfaatkan media digital mempunyai kelebihan jangkauan luas serta tak dibatasi ruang dan waktu, apalagi saat kondisi pandemi COVID-19 seperti saat ini," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis.

Edi yang merupakan Koordinator Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Unsoed tersebut menambahkan sifat multimedia yang aktraktif juga akan membuat pesan yang disampaikan akan menjadi lebih menarik

Baca juga: Kementan beri penyuluhan tingkatkan kemampuan poktan

"Karena interaksi berbasis internet adalah niscaya, pesan dapat lebih mudah disampaikan dengan jangkaun yang luas. Informasi yang melimpah di internet juga sayang jika tidak diakses oleh pelaku usaha pertanian," katanya.

Untuk itu, menurut dia, penyuluh pertanian harus meningkatkan kapasitasnya terutama dalam kemampuan berkomunikasi melalui jejaring digital.

"Baik menyangkut pemilihan media yang sesuai atau terkait isi pesan yang relevan. Terlebih lagi pada masa yang akan datang terpaan digital tak terelakkan bagi siapapun, jaringan internet dan gawai sudah lazim dipakai di desa, tentu petani juga sudah mulai banyak yang memakai media digital," katanya.

Dia menambahkan kegiatan penyuluhan pertanian menggunakan media digital ini harus terus disosialisasikan kepada seluruh masyarakat.

Menurut dia perlu adanya dukungan dari pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah dalam rangka memfasilitasi optimalisasi penyuluhan pertanian dengan media digital.

"Pemerintah daerah juga mestinya mendukung agenda ini, dengan program-program peningkatan kualitas SDM penyuluh," katanya.

Selain itu, kata dia, pemerintah daerah juga perlu mendukung produksi konten pertanian dalam format digital.

"Dengan demikian penyuluh pertanian akan makin memiliki konten penyuluhan yang lebih beragam dan kreatif sesuai dengan sasaran yang ingin dicapai," katanya.

Dia menambahkan dengan penyuluhan yang tepat dan intensif maka sosialisasi akan lebih intensif khususnya dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian.

Baca juga: Polbangtan YoMa beri pelatihan "drone" untuk penyuluh pertanian
Baca juga: Tak bisa berenang, penyuluh pertanian terobos banjir gunakan rakit batang pisang

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar