BMKG Banjaregara: Waspadai krisis air dan kebakaran lahan pada puncak musim kemarau

id Bmkg banjarnegara,Antisipasi kekeringan

BMKG Banjaregara: Waspadai krisis air dan kebakaran lahan pada puncak musim kemarau

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara Setyoajie. ANTARA - Wuryanti PS

Banjarnegara (ANTARA) - Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara, Jawa Tengah mengingatkan masyarakat di wilayah setempat untuk mewaspadai kekeringan pada puncak musim kemarau bulan Agustus ini.
 

"Waspadai krisis air bersih dan kebakaran lahan terutama di wilayah yang rawan terjadi krisis air bersih," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhie di Banjarnegara, Kamis.


Dia menambahkan selain wilayah Banjarnegara, imbauan serupa juga disampaikan bagi wilayah kabupaten sekitar seperti Banyumas, Purbalingga dan Kebumen.

Baca juga: Sejumlah wilayah Jateng selatan berstatus waspada kekeringan
 

"Sebagian wilayah Jawa Tengah telah memasuki musim kemarau. Untuk itu waspadai kemungkinan dampak musim kemarau terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan, kebakaran hujan dan lahan serta ketersediaan air bersih," katanya.
 

Dia juga menambahkan berdasarkan analisa curah hujan dasarian pertama bulan Agustus 2020 di wilayah Banjarnegara dan kabupaten lain di sekitarnya diprakirakan terjadi hujan dengan kriteria rendah yakni 0 - 20 milimeter per dasarian.
 

Dia juga menambahkan pada dasarian ketiga bulan Juli 2020 wilayah Banjarnegara pada umumnya mengalami hujan dengan tingkat curah hujan 0 – 50 milimeter per dasarian.
 

Selain itu pada dasarian ketiga bulan Juli 2020 wilayah Banjarnegara mengalami hari tanpa hujan dengan kriteria menengah yaitu 11 - 20 hari.
 

Dia menambahkan pihaknya terus menggencarkan sosialisasi kepada para pemangku kebijakan mengenai tren kondisi cuaca terkini.
 

"Selain itu kami juga terus menyebarluaskan informasi kepada seluruh masyarakat yang ada di wilayah setempat," katanya.
 

Sebelumnya, akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman Dr. Indra Permanajati mengingatkan perlunya menyiapkan mitigasi bencana kekeringan menjelang puncak musim kemarau guna mencegah krisis air bersih.
 

"Menjelang puncak musim kemarau maka perlu menyiapkan langkah-langkah penanganan terkait kemungkinan terjadinya bencana kekeringan dan krisis air bersih," katanya.
 

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia tersebut menjelaskan bencana kekeringan selalu akan terjadi di musim kemarau terutama di daerah-daerah yang sulit mendapatkan cadangan air.
 

"Baik itu air permukaan ataupun air tanah namun daerah-daerah ini perlu mendapatkan perhatian terkait bencana kekeringan yang bisa terjadi," katanya.
 

Baca juga: BMKG prakirakan kemarau di Jateng selatan hingga September
Baca juga: Fenomena embun beku Dieng akibat "monsoon" Australia

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar