OJK catat kenaikan kredit di Soloraya meski dalam kondisi pandemi

id OJK, kredit bank umum

OJK catat kenaikan kredit di Soloraya meski dalam kondisi pandemi

Kepala Kantor OJK Surakarta Eko Yunianto (ANTARA/Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surakarta mencatat kenaikan angka kredit di Soloraya meski pandemi COVID-19 masih belum usai sehingga berdampak pada lesunya perekonomian.

"Dari sisi kredit yang diberikan oleh bank umum kepada debitur masih tumbuh positif walaupun kecil, yaitu sebesar 2,86 persen secara 'year on year'," kata Kepala Kantor OJK Surakarta Eko Yunianto di Solo, Selasa.

OJK mencatat kredit yang disalurkan per bulan Juni 2020 sebesar Rp81,8 triliun atau naik jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, yaitu Rp79,55 triliun.

Baca juga: Ekonomi menggeliat, angka restrukturisasi kredit di Soloraya melandai

Sedangkan dari sisi dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami kenaikan. Bahkan kenaikan DPK ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan yang terjadi pada kredit.

"Untuk DPK per bulan Juni 2020 sebesar Rp75,27 triliun atau meningkat sebesar 6,51 persen jika dibandingkan bulan Juni 2019," katanya.

Selanjutnya, dari sisi "non performing loan" (NPL), baik itu kategori kualitas kredit kurang lancar, diragukan, dan macet masih berada di dua digit, yaitu 10,58 persen. Angka ini masih terus meningkat, salah satu penyebab kenaikan tersebut adanya satu perusahaan di Soloraya yang menjadi debitur saat ini masih kesulitan keuangan.

"Pada bulan Mei 2020 NPL di angka 10,54 persen. Jika dibandingkan sebelum pandemi atau per bulan Desember 2019, NPL di angka 9,08 persen. Sedangkan dibandingkan Juni 2019 NPL masih di angka 2,27 persen," katanya.

Sementara itu, berdasarkan sektor ekonomi yang mendominasi pada pembiayaan yang disalurkan oleh bank umum, yaitu industri pengolahan. Ia mengatakan hingga bulan Juni 2020 kredit sektor tersebut sebesar Rp24,29 triliun.

Selanjutnya, diikuti perdagangan besar dan eceran sebesar Rp23,52 triliun dan kredit di sektor rumah tangga dengan oustanding kredit Rp11,23 triliun.

Baca juga: OJK sebut pemerintah komitmen entaskan UMKM di tengah pandemi
Baca juga: OJK monitor dan dorong percepatan implementasi stimulus pemulihan ekonomi di Jateng


 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar