Antisipasi COVID-19, 100 orang di kantor DPRD Jepara jalani tes usap

id 100 orang di kantor DPRD Jepara, jalani tes usah COVID 19

Antisipasi COVID-19, 100 orang di kantor DPRD Jepara jalani tes usap

Pelaksanaan tes usap tenggorokan (swab) di kantor DPRD Jepara, Jawa Tengah, Selasa (4/8/2020). ANTARA/HO-Humas GTPP COVID-19 Jepara

Pelaksanaan tes usap tenggorokan terhadap 100-an orang di kantor DPRD Jepara hari ini (4/8) melibatkan empat dokter dan empat ahli teknologi laboratorium medik
Jepara (ANTARA) - Sebanyak 100 orang yang bekerja di bagian kesekretariatan dewan serta anggota DPRD Kabupaten Jepara, Jateng, menjalani tes usap untuk mendeteksi ada tidaknya virus corona jenis baru, setelah meninggalnya Ketua DPRD setempat yang terkonfirmasi positif COVID-19.

"Pelaksanaan tes usap tenggorokan terhadap 100-an orang di kantor DPRD Jepara hari ini (4/8) melibatkan empat dokter dan empat ahli teknologi laboratorium medik (ATLM)," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jepara Fakhrudin di Jepara, Selasa.

Kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut atas meninggalnya Ketua DPRD Jepara Imam Zusdi Ghozali yang terkonfirmasi positif corona pada Sabtu (1/8), pukul 08.20 WIB.

Almarhum sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, sebelum akhirnya meninggal dunia.

Wakil Ketua DPRD Jepara Pratikno mengungkapkan dalam pelaksanaan tes usap tenggorokan itu, tidak semua anggota dewan yang berjumlah 49 orang mengikuti tes, mengingat ada yang sudah melakukan secara mandiri.

"Informasi awal, ada 70-an orang dari bagian kesekretariatan dewan dan anggota dewan," ujarnya.

Kalaupun jumlahnya mencapai 100-an orang, dia menduga, ada tambahan orang di luar dewan yang juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk ikut melakukan tes.

Baca juga: Politisi PKB minta pemerintah gratiskan tes usap COVID-19

Hal itu, kata dia, sebagai langkah antisipasi, meskipun sejak dua pekan sebelum almarhum meninggal dunia tidak lagi berada di kantor di DPRD Jepara sehingga aman.

Untuk itulah, lanjut dia, anggota dewan tetap masuk kerja agar pelayanan tetap jalan dan kegiatan yang dirancang tidak terhambat.

Terkait dengan adanya salah satu pegawai di bagian keuangan yang terkonfirmasi positif COVID-19, katanya, sudah ditindaklanjuti dengan penutupan sementara ruangan kerja yang ada pegawainya yang positif.

"Kontak erat dengan penderita corona diminta melakukan isolasi mandiri," ujarnya.

Ruang kerja di DPRD Jepara juga dilakukan penyemprotan dengan disinfektan setiap pekannya, serta pengetatan penerapan protokol kesehatan bagi setiap tamu yang datang, di antaranya pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan dengan sabun, serta wajib memakai masker.

Baca juga: Ketua dewan meninggal akibat COVID, semua anggota DPRD Jepara jalani tes usap
Baca juga: Bupati Pati dan pejabat lainnya jalani tes usap COVID-19
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar