Masih ketat, penerapan protokol kesehatan di Terminal Tirtonadi

id Terminal Tirtonadi, protokol kesehatan

Masih ketat, penerapan protokol kesehatan di Terminal Tirtonadi

Pengecekan suhu tubuh di Terminal Tirtonadi Solo. (ANTARA/Aris Wasita)

Sampai saat ini saya juga belum pernah memberangkatkan armada maupun penumpang ke Jakarta tanpa surat sehat maupun SIKM (surat izin keluar masuk)
Solo (ANTARA) - Terminal Tirtonadi Surakarta hingga saat ini masih mengetatkan penerapan protokol kesehatan meski pemerintah sudah menerapkan adaptasi kebiasaan baru sejak beberapa waktu lalu.

"Memang ada pelonggaran, ini berdampak pada kenaikan jumlah armada maupun jumlah penumpang. Meski demikian, hal ini tidak mempengaruhi penerapan protokol kesehatan di Terminal Tirtonadi," kata Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi Joko Sutriyanto di Solo, Kamis.

Ia mengatakan beberapa upaya yang masih dilakukan di antaranya penyemprotan disinfektan secara berkala, pengecekan suhu tubuh, wajib mengenakan masker, dan cuci tangan.

"Sampai saat ini saya juga belum pernah memberangkatkan armada maupun penumpang ke Jakarta tanpa surat sehat maupun SIKM (surat izin keluar masuk)," katanya.

Baca juga: Langgar protokol kesehatan, pengelola Tirtonadi beri sanksi baca Pancasila hingga "push up"

Ia mengatakan sebetulnya dari awal penumpang armada bus tidak diwajibkan membawa surat hasil tes cepat maupun tes usap seperti halnya yang diberlakukan di stasiun maupun di terminal. Bahkan, beberapa daerah juga mulai melonggarkan aturan dengan tidak mewajibkan kepemilikan SIKM.

"Tetapi sampai saat ini kami masih menerapkan, terutama jika tujuan keberangkatan ke daerah pandemi. Pertimbangan kami adalah kalau (penumpang) dipaksakan berangkat dan tidak memenuhi salah satunya kemudian sudah sampai ke sana dan ternyata dia terjangkit virus tersebut kan pasti akan ditelusuri siapa yang memberangkatkan," katanya.

Ia mengatakan jika kemudian penumpang tersebut diminta untuk kembali ke tempat asal maka juga berisiko menularkan penyakit ke orang lain.

Sementara itu, dikatakannya, pada adaptasi kebiasaan baru ini kenaikan jumlah armada maupun penumpang tidak signifikan. Bahkan, momentum Idul Adha juga belum mampu mendongkrak geliat aktivitas di terminal bus tersebut.

"Kalau biasanya jumlah armada yang masuk ke sini bisa sampai 1.400/hari dengan jumlah penumpang sekitar 12.000-15.000/hari, untuk saat ini jumlah armada hanya sekitar 400/hari. Itu pun belum diimbangi dengan jumlah penumpang sesuai dengan kapasitas armada tersebut," katanya.

Baca juga: Terminal Tirtonadi Surakarta minimalisasi penyebaran Covid-19
Baca juga: Wali Kota: Solo belum bebas wabah Corona
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar