3 dari 30 orang hasil razia masker di Banyumas positif COVID-19

id razia masker,kasus covid 19,positif covid 19,bupati banyumas

3 dari 30 orang hasil razia masker di Banyumas positif COVID-19

Bupati Banyumas Achmad Husein. ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Razia masker dinilai efektif untuk menemukan orang tanpa gejala (OTG) yang terkonfirmasi positif COVID-19 atau asimptomatik, kata Bupati Banyumas Achmad Husein.

"Dari hasil tes ketemu data bahwa razia masker yang kami lakukan di lapangan, dari 30 hasil tes swab (tes usap, red.), ternyata tiga (orang) itu positif," katanya dalam keterangan pers di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu.

Dalam hal ini, kata dia, setiap orang yang terjaring razia masker yang digelar Satgas COVID-19 Kabupaten Banyumas wajib menjalani tes usap.

Dari 30 orang yang terjaring razia karena tidak menggunakan masker itu 10 persennya atau 3 orang di antaranya terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil tes usap.

Baca juga: Gugus Tugas COVID-19 Banyumas gencarkan razia masker hingga tingkat desa

"Kasus terkonfirmasi COVID-19 dari hasil razia masker tersebut, seluruhnya asimptomatik atau biasa disebut dengan OTG. Artinya, razia masker di lapangan itu sangat efektif untuk mendapatkan OTG, karena rasionya 10 persen dibanding yang bukan mendapatkan dari luar razia masker," tegasnya.

Terkait dengan hal itu, Bupati mengatakan razia masker di berbagai lokasi akan digencarkan dan ditindaklanjuti dengan tes usap bagi warga yang kedapatan tidak menggunakan masker.

Menurut dia, hingga saat ini razia masker terus dilaksanakan setiap hari oleh Satgas COVID-19 Kabupaten Banyumas maupun tim di tingkat kecamatan dengan waktu yang berbeda-beda.

Sebelumnya, Bupati Banyumas mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir jika nantinya ada penambahan kasus positif COVID-19 kembali karena hal itu merupakan hasil pencarian.

"Itu adalah cara kami melindungi masyarakat, itu adalah cara kami mengayomi masyarakat, terutama yang imunitasnya rendah seperti orang-orang yang sudah 'sepuh' (lanjut usia), ibu hamil, anak-anak di bawah umur, itu yang kemudian harus kita lindungi," jelasnya.

Ia meminta masyarakat untuk tidak meremehkan atau menyepelekan COVID-19 karena berdasarkan fakta di lapangan, penyakit yang disebabkan oleh virus corona jenis baru itu sangat berbahaya terutama bagi orang-orang yang rentan atau punya penyakit pemberat lainnya termasuk lansia, ibu hamil, dan bayi.

"Oleh sebab itu, kita harus melindungi mereka dan kita harus tolong-menolong, kompak untuk mematuhi protokol kesehatan. Kita lebih baik menemukan OTG dan mengetahui keadaan lapangan yang sesungguhnya. Ini untuk kehati-hatian dan kewaspadaan kita," tegasnya.

Berdasarkan data Banyumas Siaga COVID-19 yang ditayangkan di laman covid19.banyumaskab.go.id per hari Rabu (29/7), pukul 11.26 WIB, di Kabupaten Banyumas secara keseluruhan tercatat sebanyak 168 kasus positif COVID-19 yang terdiri atas 21 orang dalam perawatan, 142 orang dinyatakan sembuh, dan 5 orang meninggal dunia. 

Baca juga: Tak bermasker, warga Wonosobo dikenai sanksi push up
Baca juga: Belasan orang di Banyumas jalani sidang tipiring karena tak pakai masker
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar