Bupati imbau masyarakat tunda kegiatan sambut 1 Muharram

id bupati magelang, 1 muharram

Bupati imbau masyarakat tunda kegiatan sambut 1 Muharram

Bupati Magelang Zaenal Arifin (kiri) secara simbolis menyerahkan bantuan Baznas Kabupaten Magelang. (ANTARA/HO - Humas Pemkab Magelang)

Magelang (ANTARA) - Bupati Magelang, Jawa Tengah, Zaenal Arifin mengimbau masyarakat untuk menunda kegiatan untuk menyambut 1 Muharam 1442 Hijriah guna mencegah penyebaran COVID-19.

"Menyambut 1 Muharram biasanya kita buat acara pengajian besar-besaran di lapangan dengan mengundang ribuan orang, maka tahun ini agar tidak membuat kegiatan secara masif mengingat pandemi ini masih ada hingga saat ini," katanya di Magelang, Selasa, pada kegiatan pentasarufan kepada mustahik dari Baznas Kabupaten Magelang dalam rangka penanggulangan dampak COVID-19.

"Kegiatan 1 Muharram ini untuk ditunda dulu. Masalah pentasarufannya silakan diatur. Yang jelas kalau kita nanti kumpul besar-besaran bisa jadi viral," katanya.

Hingga saat ini jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Magelang ada tujuh orang, bahkan sebelumnya sempat mencapai titik tertinggi sebanyak 143 orang.

Ia menuturkan meskipun ada larangan untuk berkumpul atau melakukan aktifitas secara masif, jangan sampai hal tersebut nantinya membatasi kreatifitas masyarakat, apalagi lagi kreatifitas pada anak-anak yang masih sekolah.

"Terutama pada anak-anak yang masih sekolah. Saya yakin mereka sudah sangat kangen ke sekolah dan ingin bertemu dengan teman-temannya lagi. Maka saya titip betul melalui bantuan ini, salah satunya bisa dimanfaatkan untuk anak-anak.

Sekarang beli pulsa atau paket data boleh, tetapi hanya untuk daring keperluan sekolah saja jangan digunakan untuk yang lainnya," katanya.

Ketua Baznas Kabupaten Magelang KH. Affifudin LC menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Magelang selama ini, baik berupa bantuan secara moril maupun materiil untuk kepentingan masyarakat.

Ia menyebutkan penyerahan bantuan dana Baznas dalam rangka penanggulangan COVID-19 tersebut, yakni berupa Rp200 juta untuk Disdikbud, modal usaha produktif Rp63 juta, proposal dan usulan korban COVID-19 Rp88 juta, mualaf Rp33 juta, bantuan sapi di Dukun Rp15 juta, dan bantuan modal usaha berupa gerobak cilok senilai 1 juta sebanyak 63 buah.

"Kami atas nama Baznas Kabupaten Magelang mengucapkan banyak terima kasih, semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, terutama masyarakat yang terdampak COVID-19 di Kabupaten Magelang," katanya. 
 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar