84 mahasiswa UMK ikuti pelatihan menjadi wirausaha

id UMK berikan pelatihan, terhadap 84 mahasiswa, untuk menjadi wirausaha

84 mahasiswa UMK ikuti pelatihan menjadi wirausaha

Seorang mahasiswa Universitas Muria Kudus yang menjadi peserta pelatihan menunjukkan produk yang hendak dipasarkan. (ANTARA/HO-Humas UMK)

Untuk tahap awal, terdapat 84 mahasiswa yang mengikuti pelatihan melalui Progam Pengembangan Kewirausahaan (PPK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
Kudus (ANTARA) - Sebanyak 84 mahasiswa Universitas Muria Kudus, Jawa Tengah, mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan menjadi wirausaha sebagai upaya penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru di kalangan mahasiswa.

"Untuk tahap awal, terdapat 84 mahasiswa yang mengikuti pelatihan melalui Progam Pengembangan Kewirausahaan (PPK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)," kata Ketua PPK FKIP UMK Nuraeningsih di Kudus, Senin.

Ia mengungkapkan kegiatan PPK FKIP ini merupakan tahun kedua, setelah tahun pertama berhasil mencetak pengusaha baru yang bergerak di bidang makanan, minuman, budidaya jamur hingga budidaya tanaman hias.

Untuk tahun kedua ini, dia menargetkan, bisa mencetak pengusaha baru dalam jumlah lebih besar.

Baca juga: Satu pegawai positif COVID, UMK kembali berlakukan WFH

PPK memang didesain untuk mendampingi mahasiswa yang berminat untuk berwirausaha, baik yang sudah berjalan atau baru sekedar memiliki ide.

"Bagi yang sudah berjalan tentu akan lebih mudah, sementara yang sebatas ide harus disupport lebih hingga ideanya bisa direalisasikan," ujarnya.

Untuk tahap pertama, pihaknya sudah melakukan pelatihan, karena masih masa pandemi penyakit virus corona (COVID-19) maka pelatihan dilakukan secara daring.

Dalam memberikan pelatihan tersebut, UMK menggandeng pihak ketiga yang memang memiliki keahlian dalam bidang marketing.

Adapun pelaksanaannya, meliputi tahap persiapan yang terdiri dari sosialisasi dan rekruitmen, kemudian dilanjutkan pelatihan teknis dan manajemen secara daring dan membuat rencana bisnis.

Untuk tahap berikutnya, yakni pengembangan berupa pendirian awal dan tes pasar, sementara tahap akhir berupa pembukaan usaha, promosi dan pameran.

Ia memperkirakan dalam jangka waktu setahun, mahasiswa yang mengikuti pelatihan tersebut bisa menjalankan usahanya.

Baca juga: 50 mahasiswa UMK dapat beasiswa dari Bank Indonesia

"Mudah-mudahan, sebanyak 84 mahasiswa tersebut nantinya benar-benar berhasil menjadi wirausaha baru sehingga bisa menjadi motivasi mahasiswa lainnya," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, kata dia, didukung pendanaannya oleh Kementerian Riset dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristekbrin).

Fatihah Nor Romadlon, salah satu peserta pelatihan mengaku sangat terbantu dengan PPK FKIP karena banyak ilmu yang didapat untuk mengembangkan usahanya.

"Cita-cita saya, setelah bisa menjual minuman kopi dalam kemasan nantinya bisa memiliki kafe," ujarnya.

Ia mengaku semakin termotiviasi untuk mengembangkan usahanya itu, setelah tercatat sebagai salah satu peserta pelatihan karena pelatihan pemasaran secara daring jelas sangat bermanfaat untuk memperluas atau mengenalkan produk secara luas. 

Baca juga: Universitas Muria Kudus ciptakan alat penunjang produktivitas pengrajin mainan tradisional
Baca juga: Mahasiswa UMK jalani kuliah secara daring
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar