TMMD jadi sarana tingkatkan kegotongroyongan atasi persoalan kebangsaan

id tmmd, sengkuyung2,temanggung

TMMD jadi sarana tingkatkan kegotongroyongan atasi persoalan kebangsaan

TMMD Sengkuyung II dilaksanakan di Desa Banaran Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung. ANTARA/HO - Humas Pemkab Temanggung

Temanggung (ANTARA) - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung II Tahun 2020 merupakan salah satu bagian dari cara merawat dan meningkatkan kegotongroyongan untuk mengatasi persoalan-persoalan kebangsaan, kata Bupati Temanggung M. Al Khadziq.

"Sinergitas dan kemanunggalan TNI dengan rakyat serta pemerintah menjadi satu kekuatan luar biasa untuk memajukan desa, menggali dan mendayagunakan potensi desa serta mengatasi berbagai permasalahan masyarakat," katanya di Temanggung, Selasa.

Khadziq menyampaikan hal tersebut dalam sambutan tertulis pada pembukaan TMMD Sengkuyung II yang dilaksanakan di Desa Banaran Kecamatan Gemawang yang dibacakan oleh Kepala Dinpermades Kabupaten Temanggung Gema Artisti.

Baca juga: Jalan hasil TMMD mudahkan akses warga

Ia mengatakan TMMD dengan tema "Tentara manunggal membangun desa pengabdian untuk negeri" adalah sangat tepat dikaitkan dengan kondisi bangsa saat ini.

Semangat kebersamaan, kegotongroyongan serta persatuan dan kesatuan merupakan senjata ampuh bangsa ini dalam menghadapi segala permasalahan dan tantangan.

"Hal ini harus senantiasa kita rawat dan jaga bersama, jangan sampai kapital sosial berharga ini luntur dan sirna tergerus oleh berbagai permasalahan," katanya.

Ia berharap melalui TMMD ini kembali digelorakan semangat kolektifitas serta persatuan dan kesatuan seluruh elemen masyarakat.

"Mari kita bangun sarana dan prasarana, fasilitas umum dan sosial yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat," katanya.

Menurut dia program TMMD juga harus diarahkan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, meningkatkan kesehatan lingkungan dan memantapkan kerukunan antarwarga.

Dalam TMMD kali ini, katanya agar ada sisipan program-program yang menggugah semangat kebangsaan dan nilai-nilai nasionalisme. Hal ini sangat penting mengingat maraknya hoaks dan ujaran kebencian yang muncul di tengah-tengah masyarakat dan berpotensi memecah belah bangsa.

Bupati Khadziq mengingatkan saat ini masih dalam suasana dan kondisi prihatin dengan adanya pandemi COVID-19, maka wajib bersama-sama, bahu-membahu bersenergi antara masyarakat dengan pemerintah untuk mencegah, mengurangi dan memutus rantai penularan COVID-19 dengan mematuhi protokol kesehatan dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, dan selalu mencuci tangan dengan sabun.

Ia menuturkan tidak kalah penting harus mendorong dan mendampingi masyarakat agar berkreasi dan berinovasi untuk menggali dan mengoptimalkan potensi desa agar lahir wirausaha sehingga masyarakat desa semakin sejahtera.

"Kita semua ikut sengkuyung program pembangunan yang menyejahterakan masyarakat desa. TMMD pengabdian untuk negeri, bangun desa dengan tanpa meninggalkan kearifan lokalnya," katanya.

TMMD Mandunggal Sengkuyung II di Desa Banaran Kecamatan Gemawang tersebut berlangsung pada 30 Juni 2020 sampai dengan 29 Juli 2020 dengan program betonisasi jalan, pembuatan senderan, dan rehabilitasi rumah tidak layak huni dengan total nilai Rp739.000.000. 

Baca juga: UMKM terbantu akses dan publikasi TMMD Kodim Cilacap
Baca juga: Warga Desa Cilibang rawat saluran air hasil TMMD

.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar