Pemkab Pekalongan siap selenggarakan Pilkada 2020

id Pilkada Pekalongan, aman

Pemkab Pekalongan siap selenggarakan Pilkada 2020

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi sedang mengikuti konferensi video Rakor Pelaksanaan Pilkada Serentak. ANTARA/HO-Diskominfo Kabupaten Pekalongan

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, bersiap menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020 yang aman dan kondusif di tengah wabah COVID-19.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi di Pekalongan, Jumat, mengatakan bahwa pemkab tengah menyiapkan beberapa aspek penting untuk mewujudkan penyelenggaraan pilkada serentak yang aman dan kondusif seperti memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Menurut Bawaslu RI dan KPU RI bahwa untuk menuju tahapan pilkada serentak di tengah pandemi COVID-19, perlu ada hal yang serius harus disiapkan. Prinsip Pilkada 2020 tetap jalan namun aman dari COVID-19 dan edukasi kepada pemilih agar aman dan tidak menjadi korban," katanya.

Menurut dia, konsekuensi untuk mewujudkan idealisasi Pilkada 2020 yang aman di tengah masa pandemi COVID-19 adalah mengarah aspek dana anggaran.

Selama tahapan Pilkada 2020, kata dia, pemkab telah melakukan tiga kali refocusing dan realokasi anggaran untuk penanggulangan COVID-19.

"Untuk menuju idealisasi pilkada aman, konsekuensinya itu pada aspek anggaran. KPUD mengajukan anggaran tambahan kalau diakumulasikan mencapai Rp20 miliar," katanya.

Baca juga: KPU Surakarta tambah 784 TPS untuk Pilkada 2020

Dengan adanya pengajuan penambahan anggaran dari KPU, kata Bupati Asip, pemkab akan tetap berupaya merealokasi dan me-refocusing serta rasionalisasi hal yang paling penting untuk melaksanakan Pilkada 2020.

"Ini tentu membutuhkan pemikiran yang sangat serius dari pemkab karena kami sudah melakukan tiga kali refocusing dan realokasi anggaran untuk penanggulangan COVID-19, baik pada aspek preventif maupun kuratif," katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati Asip juga mengusulkan mempercepat  waktu kampanye pilkada agar rasionalisasi terhadap hal lain yang mendukung pelaksanaan Pilkada 2020 dapat diwujudkan.

"Tadi (saat telekonferensi, red.) juga banyak masukan dari para gubernur dan bupati yang mengusulkan supaya masa kampanye diperpendek supaya celah fiskal ini mampu untuk merasionalisasikan hal lain yang mendukung pelaksanaan pilkada seperti penambahan TPS," katanya. ***2***
Pewarta :
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar