ACT Purwokerto salurkan modal usaha Program Sahabat UMI

id act purwokerto,program sahabat umi

ACT Purwokerto salurkan modal usaha Program Sahabat UMI

Salah seorang perempuan penerima manfaat Program Sahabat UMI saat merapikan dagangannya. ANTARA/HO-ACT

Purwokerto (ANTARA) - Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Purwokerto, Jawa Tengah, menyalurkan bantuan modal usaha melalui Program Sahabat Usaha Mikro Indonesia (UMI) sebagai upaya memulihkan ekonomi pelaku usaha ultra mikro yang terdampak pandemi COVID-19.

"Program Sahabat UMI adalah program yang diinisiasi ACT dalam rangka memberikan sedekah modal kerja dan pendampingan untuk pelaku usaha ultra mikro yang terdampak pandemi COVID-19. Sedekah modal kerja yang diberikan kepada pelaku usaha ultra mikro sebesar Rp500.000 per orang dengan akad hibah," kata Kepala Cabang ACT Purwokerto Andi Rahmanto di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu petang.

Menurut dia, Program Sahabat UMI tersebut disalurkan kepada para pengusaha mikro yang sudah terdata di Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen (Barlingmascakeb).

Baca juga: ACT bantu permodalan UMKM terdampak Corona di Soloraya

Aksi tersebut dilakukan sejak tanggal 29 Mei 2020 dan akan terus diimplementasikan sampai berakhirnya pandemi COVID-19.

"Kami juga melakukan pendampingan kepada para penerima Program Sahabat UMI, baik segi manajemen maupun strategi pemasaran produk, supaya bisa segera stabil dan bisa kembali bertahan untuk kehidupan sehari-harinya," kata dia menambahkan.

Selain pemberian modal usaha dan pendampingan, kata dia, ACT Purwokerto juga mengedukasi para penerima bantuan modal terkait dengan pentingnya meningkatkan kualitas ibadah dan bersedekah dengan harapan setelah usaha mereka sukses, bisa turut membantu umat dalam aksi kemanusiaan lainnya.

Lebih lanjut, Andi mengatakan pandemi COVID-19 telah merusak tatanan ekonomi di berbagai negara, sehingga banyak perempuan yang kini beralih menjadi tulang punggung keluarga.

Akan tetapi, kata dia, kebijakan publik maupun praktik usaha di sektor swasta belum dirancang untuk mendukung peran ganda perempuan yang kadangkala tidak hanya mengurus suami, anak, dan orang tuanya, juga harus bekerja mencari nafkah untuk membiayai keluarga yang menjadi tanggung jawabnya.

"Data Bank Indonesia menyebutkan bahwa total usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada tahun 2018 mencapai 57,83 juta dengan lebih dari 60 persen dikelola oleh perempuan. Jumlah perempuan yang menjadi pelaku UMKM di Indonesia mencapai 37 juta. Oleh karena itu, ACT menginisiasi Program Sahabat UMI," jelasnya.

Menurut dia, Program Sahabat UMI diperuntukkan bagi perempuan tulang punggung keluarga dari keluarga prasejahtera yang merupakan pelaku usaha ultra mikro serta memiliki usaha yang bisa dijalankan dengan modal di bawah Rp1.000.000.

Baca juga: ACT siapkan program berdayakan perempuan UMKM terdampak wabah COVID-19

Ia mengatakan bahwa pemberian sedekah modal usaha ini tidak mensyaratkan agunan fisik atau hal lainnya, namun penerima manfaat wajib memiliki usaha dan pengalaman berjualan sebelumnya, bersedia mengikuti segala ketentuan dan proses implementasi program dari lembaga, serta tidak dalam proses atau pengajuan modal usaha dari lembaga lainnya

"Penerima manfaat program juga akan mendapatkan pendampingan pengembangan kapasitas usaha dari aspek spiritual dan manajemen wirausaha," tegasnya.

Staf Penanggung Jawab (Person In Charge/PIC) Program ACT Cabang Purwokerto Rama mengatakan hingga hari Rabu (3/6), pihaknya telah menyalurkan bantuan modal usaha Program Sahabat UMI kepada 15 orang.

"Bantuannya disalurkan secara langsung, secara 'door to door', dan Insya Allah akan terus bertambah sampai pandemi COVID-19 ini selesai. Program ini bertujuan menghidupkan kembali semangat berdagang dan pemberian modal usaha sesuai dengan syariat dan tuntunan Rasulullah," katanya.

Salah seorang penerima manfaat Program Sahabat UMI, Dasimah mengaku jika biasanya berjualan jajanan anak-anak di sekolah dan penghasilannya hanya untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

Akan tetapi sejak terjadinya pandemi COVID-19, kata dia, anak-anak tidak masuk sekolah sehingga pembeli menjadi sepi dan akhirnya uang yang digunakan untuk memutar modal menipis.

"Jadi sekarang dagangannya sedikit. Alhamdulillah ACT sudah memberi bantuan modal sehingga dagangan saya lengkap dan menarik lagi. Terima kasih ACT," katanya.

Baca juga: ACT fokus selamatkan pekerja korban PHK di Jateng
Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar